Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rumor IPO Perusahaan di 2026, Cek Informasi Terbarunya
Eko Nordiansyah • 21 January 2026 14:55
Jakarta: Pasar modal Indonesia diprediksi akan kembali ramai dengan kehadiran perusahaan-perusahaan baru melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) pada tahun ini. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan adanya sejumlah perusahaan berskala besar, termasuk dari kelompok konglomerasi, yang bersiap masuk bursa.
Pipeline IPO: 7 perusahaan dalam antrean
Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat tujuh perusahaan telah masuk dalam pipeline IPO BEI. Dari sisi aset, mayoritas perusahaan tersebut merupakan emiten berskala besar, dengan lima perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar. Selain itu, terdapat satu perusahaan dengan aset menengah di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan beraset kecil di bawah Rp50 miliar.Dari segi sektor usaha, antrean IPO tahun ini mencerminkan keberagaman struktur ekonomi nasional. Perusahaan yang bersiap melantai berasal dari sektor keuangan, bahan baku, energi, industri manufaktur, transportasi dan logistik, serta teknologi, dengan sektor keuangan menjadi penyumbang terbanyak dalam pipeline tersebut.
Baca Juga :
Waspada Koreksi, Ini 6 Saham yang Layak Koleksi

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Isu IPO konglomerasi
Direktur Utama BEI Iman Rachman, membocorkan bahwa setidaknya terdapat satu perusahaan konglomerasi yang bersiap untuk IPO di 2026. Konglomerasi merujuk pada entitas bisnis besar yang mengendalikan beberapa perusahaan di berbagai industri.Informasi beredar menyebutkan bahwa dua perusahaan dari grup konglomerasi Prajogo Pangestu berpotensi melakukan IPO pada kuartal II 2026, yaitu:
- PT Griya Idola: Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang bergerak di bidang properti.
- PT Intam: Anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang bergerak di sektor tambang emas.
Target BEI dan kondisi pasar
BEI menargetkan agar 50 perusahaan dapat melakukan IPO sepanjang 2026, dengan enam diantaranya merupakan perusahaan berkapitalisasi besar (lighthouse company). Sepanjang 2025, tercatat 26 perusahaan berhasil melakukan IPO dengan dana yang dihimpun mencapai Rp18,11 triliun.Meskipun aktivitas persiapan IPO sudah bergerak, hingga pertengahan Januari 2026 dana yang berhasil dihimpun dari pencatatan saham masih tercatat nihil. Kondisi ini dinilai wajar di awal tahun, di mana perusahaan cenderung menunggu momentum pasar yang lebih stabil dengan mempertimbangkan volatilitas global dan sentimen investor sebelum eksekusi final.
Dengan adanya perusahaan besar dan konglomerasi dalam antrean, IPO 2026 berpotensi menarik minat investor institusi dan memberikan warna baru bagi pasar modal Indonesia. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com