Sejumlah aparat keamanan terlihat berkumpul di sebuah area di Minneapolis, Minnesota, AS. (EPA-EFE)
Gubernur Minnesota Desak Trump Tarik Agen ICE usai Kematian Alex Pretti
Willy Haryono • 26 January 2026 06:31
Minnesota: Gubernur Minnesota Tim Walz mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik agen imigrasi ICE yang disebutnya “tidak terlatih," menyusul tewasnya Alex Pretti, warga kedua yang terbunuh oleh agen ICE sepanjang bulan ini di Minneapolis.
“Minnesota percaya pada hukum dan ketertiban. Kami percaya pada perdamaian,” tulis Walz di platform X pada Minggu.
“Dan kami percaya bahwa Trump perlu menarik 3.000 agen tidak terlatihnya keluar dari Minnesota sebelum mereka membunuh warga Amerika lainnya di jalan,” tambahnya, dilansir dari TRT World, Senin, 26 Januari 2026.
Dalam konferensi pers, Walz secara langsung mempertanyakan Presiden Trump: “Apa rencananya, Donald Trump? Apa yang harus kami lakukan agar agen federal ini keluar dari negara bagian kami?”
Trump justru kembali memperkuat tuduhan bernuansa rasial, termasuk pada Minggu ketika ia menulis di Truth Social: “Minnesota adalah PENUTUPAN kejahatan dari penipuan keuangan besar-besaran yang telah terjadi!”
Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif (ICU), terlihat merekam operasi penegakan hukum federal menggunakan ponselnya sebelum mencoba menolong seorang warga sipil lain yang didorong oleh agen. Para agen kemudian membanting Pretti ke tanah dan menembaknya berkali-kali hingga tewas.
ICE bersikeras bahwa Pretti membawa senjata, meski dalam video yang beredar luas di media sosial, Pretti tidak terlihat mencoba mengeluarkan senjata apa pun.
Kematian Pretti semakin memanaskan ketegangan dan memicu bentrokan jalanan antara para pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Para demonstran juga menggelar doa bersama (vigil) di lokasi tempat Pretti tewas ditembak agen ICE.
'Peringatan bagi semua'
Mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras pembunuhan Pretti.“Kematian Alex Pretti adalah tragedi yang memilukan. Ini juga seharusnya menjadi peringatan bagi setiap warga Amerika, tanpa memandang partai, bahwa banyak nilai inti bangsa kita semakin terancam,” kata mereka.
Pasangan Obama mengakui bahwa aparat penegak hukum federal dan agen imigrasi memiliki tugas yang berat, namun menegaskan bahwa masyarakat Amerika mengharapkan tugas itu dijalankan secara sah, bertanggung jawab, dan berkoordinasi dengan pemerintah negara bagian serta lokal.
“Itu bukan yang kami lihat di Minnesota,” bunyi pernyataan tersebut.
“Selama berminggu-minggu, masyarakat di seluruh negeri dengan wajar marah melihat tontonan agen ICE bertopeng dan aparat federal lain bertindak tanpa kendali, menggunakan taktik yang tampaknya dirancang untuk mengintimidasi, melecehkan, memprovokasi, dan membahayakan warga sebuah kota besar di Amerika,” kata mereka.
Obama menyebut bahwa taktik tersebut kini telah berujung pada penembakan fatal terhadap dua warga negara AS, keduanya di Minneapolis.
“Meski demikian, alih-alih menegakkan disiplin dan akuntabilitas terhadap agen yang mereka kerahkan, Presiden dan pejabat pemerintahannya justru tampak ingin memperburuk situasi, sambil memberikan penjelasan publik atas penembakan Pretti dan Renee Good yang tidak didasarkan pada penyelidikan serius, dan bahkan tampak bertentangan langsung dengan bukti video,” lanjut pernyataan itu.
Pasangan Obama juga menyatakan bahwa warga Amerika “patut mendukung dan mengambil inspirasi dari gelombang aksi protes damai di Minneapolis dan berbagai wilayah lain di negara ini.”
“Itu adalah pengingat tepat waktu bahwa pada akhirnya, kita sebagai warga negara harus bersuara melawan ketidakadilan, melindungi kebebasan dasar kita, dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah,” tutup pernyataan tersebut.
Baca juga: Tiga Warga Sipil Ditembak Agen ICE di Minneapolis Pekan Ini