Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama di Tengah Kedekatan Sejarah

Indonesia mendorong kedekatan sejarah dan hubungan antarmasyarakat dengan Afrika Selatan menjadi fondasi kerja sama yang lebih konkret. (KJRI Cape Town)

Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama di Tengah Kedekatan Sejarah

Willy Haryono • 19 September 2026 17:19

Cape Town: Indonesia mendorong kedekatan sejarah dan hubungan antarmasyarakat dengan Afrika Selatan menjadi landasan bagi penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan konektivitas.

Pesan tersebut mengemuka dalam Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town pada 17 September 2026.

Resepsi dihadiri Western Cape Minister of Mobility Isaac Sileku sebagai tamu kehormatan, para konsul jenderal dan perwakilan negara sahabat, pejabat Pemerintah Western Cape, tokoh masyarakat dan pemuka agama, kalangan bisnis, akademisi, serta perwakilan media.

Konsul Jenderal RI di Cape Town Tudiono mengatakan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki fondasi sejarah dan budaya yang kuat. Kedekatan tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan menjadi kemitraan yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Kedekatan sejarah dan budaya harus terus kita terjemahkan menjadi kerja sama nyata di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan konektivitas,” ujar Tudiono, berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 19 September 2026.

Hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang panjang. Sejumlah tokoh dari Nusantara pernah hadir di Cape pada masa kolonial, termasuk Syekh Yusuf Al-Makassari, Tuan Guru, dan Dea Malela. Kehadiran mereka meninggalkan warisan yang turut membentuk perkembangan masyarakat Cape.

Menurut Tudiono, sejarah tersebut tidak seharusnya hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun hubungan Indonesia dan Afrika Selatan pada masa mendatang.

Afrika Selatan juga memiliki posisi strategis bagi Indonesia sebagai satu-satunya mitra strategis Indonesia di Benua Afrika. Kedua negara juga merupakan anggota G20 dan BRICS, sehingga memiliki ruang untuk memperluas kerja sama bilateral sekaligus mendorong kemitraan negara-negara Global South.

Sejarah Perjuangan Jadi Landasan

Western Cape Minister of Mobility Isaac Sileku dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 Kemerdekaan RI kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Sileku menyoroti sejarah perjuangan Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan dan menentang kolonialisme, termasuk peran Indonesia dalam penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.

Ia juga melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan Afrika Selatan. Selain memiliki kedekatan sejarah, kedua negara saat ini merupakan mitra strategis serta sama-sama anggota G20 dan BRICS.

Hubungan bilateral juga diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa ke Indonesia pada Oktober 2025. Kunjungan tersebut membuka peluang pengembangan kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pertanian, pariwisata, dan pertahanan.

Menurut Sileku, kedekatan historis kedua negara dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang lebih konkret, terutama dengan menerjemahkan hubungan sejarah tersebut menjadi kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diplomasi Budaya di Cape Town

Resepsi diplomatik tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan dan komunitas diplomatik di Cape Town.

Acara dibuka dengan penampilan Tari Saman dari Aceh yang dibawakan Sanggar Tari EAON. Sanggar tersebut dibina oleh alumni penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), yang menjadi salah satu bentuk keberlanjutan diplomasi budaya Indonesia di Afrika Selatan.

Para tamu kemudian disuguhi Tari Lenggang Nyai dari Betawi yang dibawakan Aira Sherasati Tudiono serta penampilan Dendang Mangkasara dari Makassar oleh Sanggar Tari EAON.

Berbagai program pertukaran dan promosi budaya juga terus dilakukan KJRI Cape Town untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Program tersebut antara lain pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah memasuki angkatan kesembilan, Indonesian Folk Market, Indonesian Film Festival, serta berbagai kegiatan promosi budaya dan ekonomi.

Di sektor ekonomi, KJRI Cape Town mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan pariwisata. Produk Indonesia yang semakin dikenal di pasar Afrika Selatan, perkembangan kuliner Indonesia di Western Cape, serta meningkatnya kunjungan wisatawan Afrika Selatan ke Indonesia menjadi bagian dari meningkatnya interaksi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara.

Berbagai perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya KJRI Cape Town untuk menjadikan hubungan historis dan kedekatan antarmasyarakat sebagai fondasi kerja sama yang lebih produktif.

Resepsi Diplomatik HUT ke-81 RI di Cape Town sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia memperkuat persahabatan dengan Afrika Selatan, khususnya Western Cape, sekaligus mengembangkan hubungan yang tidak hanya berakar pada sejarah tetapi juga berorientasi pada peluang dan kemakmuran bersama.

Sebagaimana disampaikan Tudiono, hubungan Indonesia dan Afrika Selatan merupakan hubungan yang “dibentuk oleh sejarah, diperkuat oleh masyarakat, dan terus didorong oleh beragam peluang bersama."



Baca juga: Afrika Selatan Perkuat Hubungan Dagang dengan Indonesia

(Willy Haryono)