Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Iran Sebut Selat Hormuz Jadi Fokus Utama Perundingan Akhiri Perang dengan AS
Muhammad Reyhansyah • 5 October 2026 12:13
Teheran: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Selat Hormuz menjadi fokus utama dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu, 4 Oktober 2026, Baghaei menegaskan Iran mengharapkan AS mengambil sejumlah langkah untuk memulihkan keamanan Selat Hormuz.
“Menjamin keamanan Selat Hormuz, atau memulihkan keamanan jalur perairan ini, membutuhkan langkah-langkah tertentu dari pihak Amerika,” kata Baghaei dalam konferensi pers, dikutip dari TRT World.
Menurut Baghaei , persoalan tersebut telah berulang kali dibahas, termasuk mengenai penghentian gangguan terhadap pelayaran komersial Iran, pencabutan sanksi, serta penghentian berbagai langkah intervensi lainnya.
Baghaei juga mengatakan proposal terbaru AS kepada Iran untuk mengakhiri perang hampir sama dengan proposal-proposal sebelumnya. Menurut dia, Washington masih berfokus pada isu nuklir Iran.
“Kami akan melakukan pemeriksaan yang diperlukan terkait sejumlah rincian dan juga menyampaikan poin-poin tambahan kami kepada pihak lain,” ujarnya.
Baghaei mengatakan pimpinan tertinggi Iran belum membahas kemungkinan mengizinkan kembali inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke Iran.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi.
Militer AS kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Upaya mengakhiri perang terus berlangsung sejak kesepakatan kerangka yang dicapai pada Juni. Kesepakatan tersebut ditujukan untuk membuka jalan menuju perjanjian damai final yang mencakup navigasi melalui jalur strategis tersebut serta program nuklir Iran.
Baca juga: Menlu Iran Tegaskan Konflik dengan AS Harus Diselesaikan lewat Negosiasi