27 Penyelam Dikerahkan Cari Korban KM Feronia yang Tenggelam di Labuan Bajo

Pencarian Veronica Beatrix Jessica, 23, yang masih hilang setelah kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto : Dok SAR Maumere

27 Penyelam Dikerahkan Cari Korban KM Feronia yang Tenggelam di Labuan Bajo

Media Indonesia • 16 October 2026 23:04

Manggarai Barat: Tim SAR gabungan mengerahkan 27 penyelam untuk mencari Veronica Beatrix Jessica, 23, yang masih hilang setelah kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencarian pada hari keempat, Jumat, 16 Oktober 2026, difokuskan pada penyisiran bawah laut dan permukaan perairan di sekitar Pulau Tatawa Kecil dan Pulau Bugis.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan puluhan penyelam dari empat unsur SAR gabungan diterjunkan untuk memeriksa sejumlah titik yang menjadi area pencarian korban.

“Pada operasi SAR hari keempat, kami mengerahkan 27 penyelam dari empat unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian korban di sejumlah titik perairan Pulau Tatawa Kecil dan Pulau Bugis,” demikian keterangan Fathur Rahman, Jumat, 16 Oktober 2026.

Penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 20 meter dengan durasi 30 hingga 45 menit untuk setiap penyelaman. Tim memeriksa sejumlah area bawah laut yang telah ditentukan sebagai lokasi pencarian.

Sebanyak 27 penyelam tersebut terdiri atas sembilan personel Kantor SAR Maumere, tiga personel Lanal Labuan Bajo, tujuh personel Koarmada II TNI AL Surabaya, serta delapan personel P3KOM Labuan Bajo.

Selain mengandalkan penyelaman langsung, tim SAR memanfaatkan peralatan khusus untuk memperluas jangkauan pencarian di bawah permukaan laut. Peralatan tersebut meliputi Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Famindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya.
 


“Kami juga mengoptimalkan penggunaan peralatan pendukung, termasuk Remotely Operated Vehicle atau ROV milik PT Famindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya, untuk memperluas jangkauan pencarian di bawah laut,” jelas Fathur.

ROV digunakan untuk memantau kondisi bawah laut hingga kedalaman sekitar 99 meter. Sementara itu, perangkat side scan sonar telah dioperasikan untuk melakukan tiga kali penyisiran di sejumlah lokasi, yakni perairan Mawan, Batu Bolong, Siaba, dan kawasan Pulau Tatawa.

Menurut Fathur, pemanfaatan teknologi tersebut membantu tim memeriksa area bawah laut yang sulit dijangkau melalui penyelaman biasa. Di permukaan laut, penyisiran pada hari keempat mencapai jarak 45,29 mil laut. Operasi pencarian tersebut melibatkan 132 personel dari berbagai unsur SAR gabungan.

Dalam operasi itu, tim menemukan sebuah jaket pelampung milik KM Feronia pada pukul 11.21 WITA. Namun, temuan tersebut belum mengarah pada keberhasilan menemukan Jessica.

“Pada pukul 11.21 WITA, tim menemukan sebuah jaket pelampung milik KM Feronia. Namun, hingga operasi hari keempat berakhir, korban yang masih dalam pencarian belum berhasil ditemukan,” demikian keterangan Kepala Kantor SAR Maumere.


Veronica Beatrix Jessica (23), korban hilang tenggelamnya kapal wisata, KM Feronia di Perairan TN Komodo, Selasa (13/10). (Foto. Dok Pribadi)


Seluruh unsur SAR kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada pukul 18.00 WITA untuk melakukan evaluasi dan debriefing setelah kegiatan pencarian hari keempat berakhir.

Fathur menyampaikan operasi pencarian akan dilanjutkan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WITA. Tim akan kembali mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia untuk melanjutkan pencarian korban.

“Operasi hari keempat kami akhiri pada pukul 18.00 WITA untuk melaksanakan evaluasi dan debriefing. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan peralatan yang tersedia,” ujarnya.

Sebelumnya, KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kapal wisata tersebut mengangkut 30 orang, terdiri atas 25 penumpang dan lima awak kapal.

Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, Veronica Beatrix Jessica, warga negara Indonesia berusia 23 tahun, masih dinyatakan hilang dan menjadi sasaran pencarian tim SAR gabungan.

(Whisnu M)