Timnas Bola Tangan Indonesia Raih Perak di Piala IHF 2026

Para pemain tim nasional bola tangan Indonesia berselebrasi setelah meraih podium kedua dalam IHF Trophy 2026 yang berlangsung di Chonburi, Thailand, Senin (26/10/2026). (ANTARA/HO-PB ABTI)

Timnas Bola Tangan Indonesia Raih Perak di Piala IHF 2026

Siti Yona Hukmana • 27 October 2026 08:40

Jakarta: Tim nasional bola tangan Indonesia meraih medali perak dan perunggu dalam IHF Trophy 2026 yang berlangsung di Chonburi, Thailand pada 21-25 Oktober. Kontingen tim Merah Putih itu diberi acungan dua jempol atas prestasi membanggakan di ajang ini.

"Kami menghargai perjuangan para atlet yang tampil di IHF Trophy, tim Youth menyuguhkan medali perunggu. Sedang tim junior meraih medali perak, " kata Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) Zulfydar Zaidar Mochtar dalam keterangan resmi, dilansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.

Tim junior Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 48-18 dalam perebutan tempat ketiga. Sedangkan, tim senior Indonesia harus mengakui ketangguhan tuan rumah Thailand, 31-37 dalam babak final.

"Hasil medali perak bagi tim junior selain menjadi catatan bagi pemain, juga semua Pengprov ABTI dari seluruh Tanah Air. Semua hasil yang diraih tim nasional di Thailand dapat menggugah semua Pengprov untuk membina atletnya di masa mendatang, " ujar Zulfydar.

Hasil positif yang ditunjukkan oleh tim junior dan senior putra tersebut menjadi motivasi berlebih untuk tim bola tangan putri Indonesia. Khususnya, saat tampil dalam IHF Nations Trophy (Asia-Zona I-B) di Chonburi, Thailand pada 27–31 Oktober 2026.

"Kami berharap tim putri yang juga tampil di IHF Nations Trophy (Asia-Zona I-B) bisa keluar sebagai juara. Karena saat junior tahun lalu mereka sudah mengalahkan tim kuat Vietnam dan tuan rumah Thailand, " ungkap Zulfydar.

Zulfydar mengakui, dalam perjuangan meraih juara sudah pasti Timnas Indonesia menghadapi lawan kuat dari Thailand dan Vietnam. Seperti di junior putra gagal meraih medali emas setelah kalah lawan Thailand.

Kondisi seperti itu dinilai harus ditemukan solusinya, baik oleh pelatih maupun pemain yang langsung menghadapi lawan di tengah lapangan. 

"Bila mampu meningkatkan mental tanding setelah bermain di final, niscaya hasil yang diharapkan dapat terpenuhi untuk tampil juara, " kata Zulfydar.

(Siti Yona Hukmana)