Ilustrasi gigitan nyamuk. (Medcom.id)
Penyakit Langka dari Nyamuk Muncul di Massachusetts, Picu Kebijakan Jam Malam
Medcom • 26 August 2024 20:24
Massachusetts: Eastern Equine Encephalitis (EEE), penyakit langka yang berasal dari gigitan nyamuk, dilaporkan telah muncul di empat kota Massachusetts yaitu Douglas, Sutton, Oxford dan Webster. Otoritas setempat pun mengimbau para warga untuk tetap berada di dalam ruangan pada malam hari untuk menghindari tertular virus tersebut
EEE atau ensefalitis kuda timur ini pertama kali terkonfirmasi secara resmi di Massachusetts, Amerika Serikat (AS) pada 2020.
Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts melaporkan pada Jumat pekan lalu bahwa seorang pria berusia 80-an dari Worcester County telah tertular virus EEE, meski rincian tentang paparan dan kondisinya saat ini belum diungkapkan.
Gejala EEE biasanya muncul 5 hingga 10 hari setelah seseorang tergigit nyamuk terinfeksi, yang meliputi demam, leher kaku, sakit kepala, dan kelelahan. Belum ada vaksin untuk EEE, begitu juga dengan pengobatan khusus.
Pada 2019, Massachusetts mencatat ada 12 kasus dugaan EEE, dengan enam di antaranya berujung kematian.
“EEE adalah penyakit langka tetapi serius, dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat,” kata kepala kesehatan masyarakat Massachusetts, Dr. Robbie Goldstein.
“Kami ingin mengingatkan warga tentang perlunya melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama di wilayah negara bagian tempat kita melihat aktivitas EEE,” sambungnya, melansir dari NTD, Senin, 26 Agustus 2024.
Hadirnya EEE ini diklasifikasi sebagai berisiko “kritis.” Sebagai tindakan pencegahan, pejabat kota menyarankan warga untuk menghindari aktivitas luar ruangan dari senja hingga fajar, saat nyamuk paling aktif.
Warga didorong untuk menyelesaikan aktivitas luar ruangan sebelum pukul 6 sore hingga September, dan sebelum pukul 5 sore setelah itu hingga embun beku pertama datang.
Terdapat rekomendasi tambahan, yaitu menggunakan obat nyamuk dan mengenakan baju lengan panjang dan kaos kaki saat berada di luar. (Nithania Septianingsih)
Baca juga: Virus Oropouche: Gejala, Penyebaran, dan Langkah Pencegahannya Putri