Korea Selatan Serukan Penarikan Segera Pasukan Korea Utara dari Rusia

Ukraina dan Rusia berperang sejak Februari 2022. (EPA)

Korea Selatan Serukan Penarikan Segera Pasukan Korea Utara dari Rusia

Willy Haryono • 21 October 2024 18:28

Seoul: Korea Selatan (Korsel) menuntut penarikan segera pasukan Korea Utara (Korut) yang diduga ditempatkan di Rusia. Tuntutan dilayangkan saat Seoul memanggil duta besar Rusia dalam memprotes peningkatan kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow.

Badan mata-mata Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mengonfirmasi Korea Utara telah mengirim 1.500 personel pasukan operasi khusus ke Rusia awal bulan ini untuk mendukung perang Moskow melawan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan pemerintahnya memiliki informasi intelijen bahwa 10.000 tentara Korea Utara sedang dipersiapkan untuk bergabung dengan pasukan Rusia.

Dalam pertemuan dengan Dubes Rusia Georgy Zinoviev, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kim Hong Kyun "mengutuk dengan keras" pengiriman pasukan Korea Utara yang menurutnya menimbulkan "ancaman keamanan serius" bagi Korea Selatan dan masyarakat internasional.

Melansir dari Irish Examiner, Senin, 21 Oktober 2024, Kim mengatakan Korea Selatan bekerja sama dengan masyarakat internasional dan akan memobilisasi semua cara yang tersedia untuk menangani tindakan yang mengancam kepentingan keamanan nasionalnya.

Dubes Zinoviev menjawab bahwa ia akan menyampaikan posisi Korea Selatan kepada pemerintah negara asalnya, menurut pernyataan Korea Selatan.

Kedutaan Besar Rusia mengutip pernyataan Dubes Zinoviev bahwa kerja sama Rusia-Korea Utara dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tidak ditujukan untuk melawan kepentingan keamanan Korea Selatan.

AS dan NATO belum mengonfirmasi bahwa pasukan Korea Utara telah dikirim ke Rusia.

Namun, laporan tentang kehadiran mereka telah memicu kekhawatiran di Korea Selatan bahwa Rusia mungkin akan memberi Korea Utara teknologi canggih yang dapat meningkatkan program nuklir dan misilnya secara drastis sebagai imbalan atas pasukan tersebut.

Baca juga:  Rusia Bantah Pengiriman Ribuan Tentara Korut untuk Bantu Perang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)