Kerusakan akibat guncangan gempa bumi di Venezuela. (Anadolu Agency)
Korban Tewas Gempa Veneuzela Lampaui 1.450, Sekitar 200 Bangunan Hancur Total
Willy Haryono • 29 June 2026 13:56
Caracas: Tim penyelamat masih terus mencari korban selamat setelah dua gempa bumi besar mengguncang Venezuela pada Rabu lalu, di mana jumlah korban dilaporkan telah melampaui 1.450 orang, dengan hampir 200 bangunan runtuh total.
Pada Minggu, 28 Juni 2026, tim penyelamat dari Prancis dan Amerika Serikat berhasil menemukan seorang pria dan putranya yang masih remaja dalam keadaan hidup di bawah reruntuhan bangunan di Caraballeda, sekitar 40 kilometer di utara Caracas.
Penemuan tersebut memberikan harapan di tengah operasi pencarian yang terus berlangsung, meski masa kritis 72 jam untuk menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan telah terlewati.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez mengatakan sedikitnya 774 bangunan mengalami kerusakan berat, termasuk 189 bangunan yang roboh sepenuhnya.
Dikutip dari Euronews, Senin, 29 Juni 2026, Rodríguez juga menyebut jumlah korban tewas gempa bumi mencapai 1.450 orang, sementara sekitar 3.150 orang mengalami luka-luka. Angka korban diperkirakan masih akan bertambah.
Di sejumlah wilayah terdampak, warga masih mencari anggota keluarga mereka secara manual di antara puing-puing bangunan yang runtuh sambil menunggu bantuan alat berat.
Selain operasi penyelamatan, aksi penjarahan dilaporkan terjadi di Kota La Guaira. Sejumlah apotek, supermarket, dan toko menjadi sasaran penjarahan, sementara sebagian warga mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan dari pemerintah.
Operasi Pencarian Korban Berlanjut
Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan operasi pencarian belum akan dihentikan selama masih ada kemungkinan menemukan korban selamat.Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan internasional yang terus berdatangan. Menurutnya, 24 negara telah mengirimkan sekitar 521 ton bantuan kemanusiaan, lebih dari 2.700 personel pencarian dan penyelamatan, serta 86 unit anjing pelacak.
Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command) menyatakan helikopter militer AS terus mengirimkan bantuan kemanusiaan. Sebanyak 230 personel tambahan juga dikerahkan untuk membantu memperluas kapasitas bandara dan membuka kembali pelabuhan utama guna mempercepat distribusi bantuan.
Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperkirakan hingga 6,76 juta orang terdampak bencana dan membutuhkan tempat tinggal, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, serta bantuan kebutuhan pokok.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerugian fisik akibat gempa mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS atau setara sekitar 6 persen produk domestik bruto (PDB) Venezuela.
Baca juga: Ayah dan Anak Ditemukan Selamat usai Empat Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela