Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov beri pembelaan kepada Kuba. Foto: Anadolu
Rusia Bela Aksi Kuba Lepaskan Tembakan Usai Kapal AS Picu Provokasi
Muhammad Reyhansyah • 27 February 2026 13:51
Moskow: Rusia menyatakan tindakan Kuba dapat dibenarkan dalam konfrontasi dengan sebuah kapal cepat berbendera Amerika Serikat (AS) yang mencoba memasuki perairan negara kepulauan tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, penjaga perbatasan Kuba “melakukan apa yang harus mereka lakukan dalam situasi tersebut.”
Ia menambahkan bahwa warga Kuba yang kini tinggal di AS dan berupaya memasuki wilayah Kuba dengan membawa senjata telah “mengakui” bahwa mereka bermaksud melakukan tindakan terorisme.
Rusia mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mencegah provokasi yang dapat memicu eskalasi.
“Sehubungan dengan keamanan di sekitar pulau itu, sangat penting agar semua pihak menahan diri dan tidak membiarkan tindakan provokatif apa pun,” kata Peskov, dikutip dari Anadolu, Jumat, 27 Februari 2026.
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan kepada kantor berita negara Tass bahwa insiden tersebut merupakan “provokasi agresif oleh AS yang bertujuan memperburuk situasi dan memicu konflik.”
Menurut Kementerian Dalam Negeri Kuba, sebuah kapal yang terdaftar di negara bagian Florida memasuki perairan Kuba pada Rabu. Orang-orang di atas kapal melepaskan tembakan ke arah penjaga perbatasan Kuba yang mendekat.
Dalam baku tembak tersebut, komandan patroli perbatasan Kuba terluka, sementara empat penyerang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.
“Kami akan mencari tahu persis apa yang terjadi di sini, dan kemudian kami akan merespons sesuai dengan itu,” ujar Rubio.
Insiden mematikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, ketika pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba dan memperluas operasi maritim AS di kawasan Karibia, termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang menurut Washington terlibat dalam perdagangan narkoba.
Florida, yang berjarak sekitar 145 kilometer dari Kuba, memiliki populasi besar diaspora Kuba yang dikenal keras menentang pemerintahan komunis di pulau tersebut.
Pada 1961, dalam peristiwa Invasi Teluk Babi, sekelompok pengasingan Kuba yang didukung AS gagal dalam upaya mereka untuk menginvasi Kuba.