Benarkah Ramadan 2030 Terjadi Dua Kali dalam Setahun? Ini Penjelasannya

Ilustrasi Ramadan, dok: freepik

Benarkah Ramadan 2030 Terjadi Dua Kali dalam Setahun? Ini Penjelasannya

Putri Purnama Sari • 18 February 2026 17:06

Jakarta: Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. Pada bulan yang penuh berkah ini, umat Islam diwajibkan menjalani rukun Islam yang keempat, yakni ibadah puasa selama satu bulan penuh. 

Ramadan menjadi momen yang selalu dinantikan karena menghadirkan suasana spiritual yang lebih kuat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Namun, tahukah Anda bahwa bulan Ramadan diperkirakan akan terjadi dua kali dalam satu tahun pada 2030? Fenomena ini tentu menimbulkan rasa penasaran dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Berikut informasinya.

Mengapa Ramadan Bisa Terjadi Dua Kali dalam Tahun 2030?


Ilustrasi Medcom.id

Penentuan bulan Ramadan mengikuti kalender Hijriah (Qamariah) yang berbasis peredaran bulan. Dalam satu tahun Hijriah terdapat sekitar 354–355 hari.

Sementara itu, kalender Masehi yang digunakan secara internasional memiliki 365–366 hari. Artinya, terdapat selisih sekitar 10–11 hari setiap tahunnya.

Karena selisih tersebut, bulan Ramadan setiap tahun akan maju sekitar 10–11 hari lebih awal dalam kalender Masehi. Pergerakan ini membuat Ramadan terus bergeser dari tahun ke tahun, melewati seluruh musim dalam siklus sekitar 33 tahun.
 

Perkiraan Ramadan Januari dan Desember 2030

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Ramadan 1451 Hijriah diperkirakan jatuh pada awal Januari 2030. Kemudian, Ramadan 1452 Hijriah diperkirakan kembali jatuh pada akhir Desember 2030.

Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi 2030, akan ada dua bulan Ramadan yang berbeda tahun Hijriah. Fenomena ini murni akibat perbedaan sistem kalender, bukan karena perubahan aturan ibadah atau ketentuan agama.

Dilansir dari Gulf News, pada 2030, Ramadan pertama diperkirakan jatuh pada 5 Januari 1451 Hijriah. Sementara itu, Ramadan berikutnya diproyeksikan dimulai pada 26 Desember 1452 Hijriah. Dengan demikian, umat Muslim akan menjalani dua periode puasa dalam satu tahun kalender Masehi.

Secara total, durasi puasa pada 2030 diperkirakan mencapai sekitar 36 hari, terdiri atas 30 hari pada Januari dan enam hari pada akhir Desember. Peristiwa serupa terakhir terjadi pada 1997 dan diperkirakan kembali terulang pada 2063.

Apakah Ini Pernah Terjadi Sebelumnya?

Fenomena Ramadan dua kali dalam setahun ini bukan pertama kali terjadi. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun 1965 dan 1997. Secara matematis, kejadian ini akan berulang kira-kira setiap 32–33 tahun sekali, mengikuti siklus perbedaan antara kalender Hijriah dan Masehi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)