Huntara Mulai Dibangun di Desa Terisolasi Aceh Timur

Tanah yang disiapkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) Desa Sahraja Kecamatan Pantai Bodara, Aceh Timur, Aceh, Minggu, 22 Februari 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Huntara Mulai Dibangun di Desa Terisolasi Aceh Timur

Silvana Febiari • 23 February 2026 09:58

Aceh Timur: Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Sahraja Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur. Desa ini sempat terisolasi pasca-bencana banjir bandang akhir November 2025.

“Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara,” ujar Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari Muhammad Irwan ketika dijumpai selepas buka puasa bersama di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026. 

Irwan menyampaikan akses jalan menuju Desa Sahraja yang selama ini tertutup lumpur, kini sudah terbuka. Pembersihan lumpur telah menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan TNI sejak awal bencana banjir melanda kawasan tersebut.
 


Lebih lanjut, Irwan juga menyampaikan pembangunan huntara untuk Desa Sahraja ditargetkan selesai pada Idulfitri atau Maret 2026. Jumlah huntara yang akan dibangun diperkirakan mencapai 1.500 unit.

“Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan,” ucap Irwan.

Berdasarkan pantauan ANTARA, sejumlah petak tanah di Desa Sahraja telah diratakan dan dipersiapkan untuk pembangunan unit-unit huntara. Desa Sahraja merupakan salah satu desa yang menderita dampak terburuk pasca-bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.


BNPB mulai melakukan pembangunan huntara bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Dokumentasi/ Istimewa


Rudi Jasa, seorang warga Desa Sahraja yang ditemui di Dusun Sarah Gala menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh relawan, pemerintah, dan pihak-pihak terkait. Ia mengakui pembangunan huntara di Desa Sahraja tergolong lebih lambat apabila dibandingkan dengan desa-desa lainnya, sebab akses yang sulit dari pinggir jalan.

“Alhamdulillah huntara sudah mulai (dibangun). Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan. Kalau hujan, kendala untuk bawa materialnya ke lokasi, makanya tempat kami paling lambat,” ucap Rudi.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, Rudi menyampaikan warga yang semula menempati Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke tempat yang lebih tinggi. “Karena kalau di sini (Dusun Sarah Gala) rawan banjir,” ungkap Rudi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)