Rumah yang rusak setelah diguncang gempa magnitudo 6,7, Rabu (17/6/2026). ANTARA/Moh Ridwan
BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan Pascagempa M6,7 di Sulawesi Tengah
Lukman Diah Sari • 21 June 2026 23:02
Palu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.176 kali gempa susulan terjadi, sejak gempa utama magnitudo (M)6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026.
"Dari pemantauan aktivitas kegempaan hingga 21 Juni 2026, tercatat 1.176 kali gempa susulan dengan kekuatan guncangan bervariasi," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro, Minggu, 21 Juni 2026, melansir Antara.
"Aktivitas gempa susulan tidak menutup kemungkinan masih tetap terjadi. Kami terus melakukan pembaruan perkembangan kegempaan melalui kanal resmi BMKG maupun kanal informasi pemerintah," jelas dia.
Djati mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik bila terjadi gempa susulan, serta menjauhi bangunan yang sempat rusak setelah diguncang gempa besar.

Dampak gempa M6,7 di Sulteng. Dok: BPBD Kabupaten Poso
Selain itu, mitigasi mandiri juga perlu ditingkatkan dalam memperkuat kewaspadaan terhadap situasi buruk. Karena, menurut dia, dengan mitigasi yang baik dapat meminimalisasi risiko ditimbulkan dari dampak gempa.
"Mitigasi bagian penting dalam menghadapi bencana. Setiap individu harus mampu mengelola diri dalam situasi genting, hal itu dimaksudkan untuk menghindari risiko korban jiwa," jelas Djati.
Data dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi hingga kini jumlah rumah rusak akibat gempa di kabupaten itu mencapai 2.335 unit, terdiri atas 1.955 rumah rusak ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 154 rumah rusak berat.
Kemudian terdapat penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dari 2.775 Kepala Keluarga (KK) di Sigi dengan rincian 17 korban luka berat, 108 korban luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia.