Senator Rand Paul Usulkan Pembatasan Kewarganegaraan Otomatis saat Lahir di AS

Senator AS Rand Paul asal Kentucky. (Anadolu Agency)

Senator Rand Paul Usulkan Pembatasan Kewarganegaraan Otomatis saat Lahir di AS

Willy Haryono • 12 May 2026 11:55

Washington: Senator Amerika Serikat Rand Paul pada Senin, 11 Mei 2026, mengumumkan telah mengajukan amandemen konstitusi untuk mengakhiri pemberian kewarganegaraan otomatis berdasarkan tempat lahir bagi anak-anak imigran ilegal.

Melalui unggahan di platform X, Paul menegaskan Amandemen ke-14 Konstitusi AS tidak pernah dimaksudkan untuk memberikan kewarganegaraan kepada mereka yang masuk ke Amerika Serikat secara ilegal.

“Saya mengajukan amandemen konstitusi untuk mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir,” kata Paul, seperti dikutip dari TRT World, Selasa, 12 Mei 2026.

Senator dari Kentucky itu membedakan secara tegas antara imigrasi legal dan ilegal.

Menurutnya, imigrasi legal selama ini berkontribusi membangun Amerika Serikat, sementara imigrasi ilegal justru dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan kewarganegaraan.

Langkah Paul sejalan dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatasi pemberian kewarganegaraan otomatis kepada anak yang lahir di AS dari ibu imigran tanpa dokumen.

Kebijakan tersebut langsung menghadapi gugatan hukum dari kelompok hak sipil dan sejumlah negara bagian.

Amandemen ke-14 Konstitusi AS yang diratifikasi pada 1868 setelah Perang Saudara menyatakan bahwa semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di AS dan tunduk pada yurisdiksinya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Namun, Paul menilai aturan tersebut kini dimanfaatkan melalui jalur imigrasi ilegal.

“Imigrasi legal membangun negara ini. Imigrasi ilegal digunakan untuk mengakali sistem. Hanya anak-anak dari penduduk legal yang seharusnya menerima kewarganegaraan otomatis,” tegasnya. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Rencana Jual Kewarganegaraan AS Seharga Rp80 M

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)