Kepercayaan Publik Terhadap Layanan Energi Nasional Dinilai Terus Menguat

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Kepercayaan Publik Terhadap Layanan Energi Nasional Dinilai Terus Menguat

Deny Irwanto • 18 May 2026 23:01

Jakarta: Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) merilis hasil survei nasional terkait persepsi masyarakat terhadap ketahanan energi dan pelayanan PT Pertamina (Persero). Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan apresiasi positif terhadap upaya menjaga stabilitas distribusi energi, pelayanan SPBU, hingga transformasi digital melalui aplikasi MyPertamina.

Survei pada 4-17 April 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan operasional dan komunikasi Pertamina mencapai 83,7 persen. Angka tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan publik terhadap kemampuan perusahaan menjaga pasokan energi nasional di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan geopolitik internasional.

"Kepercayaan publik yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat menilai Pertamina mampu menjaga stabilitas distribusi energi nasional secara berkelanjutan," kata Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, dalam keterangan pers dikutip, Senin, 18 Mei 2026.

Survei nasional tersebut melibatkan 1.580 responden pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kilogram di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen.

Dalam hasil survei, mayoritas responden mengaku menggunakan BBM Pertamina secara rutin untuk kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 67,2 persen responden menggunakan BBM Pertamina setiap hari, sementara 29,1 persen mengakses BBM setiap tiga hari sekali.

"Sebanyak 79,7 persen responden mendapatkan BBM dari SPBU jaringan Pertamina, sedangkan 20,3 persen lainnya memperoleh BBM dari pengecer dan BBM swasta," jelas Sutisna.

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa


Di sektor LPG 3 kilogram, masyarakat disebut masih banyak mengandalkan warung dan toko terdekat sebagai jalur distribusi utama. Sebanyak 67,7 persen responden memperoleh LPG melalui jalur tersebut, sedangkan 27,4 persen membeli di pangkalan resmi.

Aspek digitalisasi juga mendapat perhatian positif dari masyarakat. Sebanyak 85,2 persen responden mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dan terukur.

Menurut Sutisna, transformasi digital yang dilakukan perusahaan mulai membentuk persepsi positif di tengah masyarakat.

"Keberhasilan transformasi digital Pertamina juga didukung oleh pengelolaan basis data pengguna energi nasional yang dinilai semakin presisi," ungkapnya.

Survei tersebut juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap stabilitas distribusi BBM dan LPG mencapai 83,6 persen. Responden menilai pasokan energi relatif terjaga, termasuk hingga wilayah terpencil.

Sementara terkait transparansi digital, sebanyak 78,2 persen responden menilai sistem pendataan distribusi energi kini lebih tertata dibanding sebelumnya. Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi di tengah kenaikan harga energi global juga mendapat apresiasi publik.

Sebanyak 81,2 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan penahanan harga Pertalite dan Bio Solar. Di sisi pelayanan, tingkat kepuasan terhadap layanan SPBU mencapai 87,1 persen, sedangkan penilaian terhadap operator SPBU berada di angka 88,3 persen.

Meski demikian, survei juga menemukan tantangan distribusi energi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa. Sebanyak 67,4 persen responden mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh BBM dan LPG 3 kilogram di beberapa daerah.

Dalam kesimpulannya, Citra Nasional Network menilai masyarakat kini memandang perusahaan energi nasional semakin modern, responsif, dan transparan dalam menjalankan mandat ketahanan energi.

"Secara keseluruhan, publik merasa Pertamina berupaya menjaga keseimbangan antara menahan dampak kenaikan harga global terhadap ekonomi dalam negeri melalui subsidi dan mengikuti mekanisme pasar untuk produk non-subsidi," ungkap Sutisna.

Ia menambahkan, kebijakan menjaga stabilitas harga energi dinilai turut membantu menjaga daya beli masyarakat dan ketenangan publik di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

"Dalam menghadapi kenaikan harga minyak dan gas dunia dapat disimpulkan Pertamina berhasil membuat masyarakat tidak panik, sehingga situasi di SPBU dan SPBE terpantau aman dan teratur meskipun ada kenaikan harga," ujarnya.


Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)