Gelombang panas keempat di Italia mencapai puncaknya dengan 25 kota berstatus siaga merah. (Anadolu Agency)
Italia Capai Puncak Gelombang Panas, 25 Kota Berstatus Siaga Merah
Willy Haryono • 3 August 2026 16:50
Roma; Italia mencapai puncak gelombang panas keempat pada musim panas tahun ini pada Senin, 3 Agustus 2026.
Pemerintah Italia pun mengeluarkan peringatan siaga merah untuk 25 kota, jumlah tertinggi sepanjang musim panas, ketika suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius.
Menurut laporan Corriere della Sera, Kementerian Kesehatan Italia menaikkan jumlah kota yang berada dalam status peringatan panas tertinggi dari 23 kota pada Minggu menjadi 25 kota pada Senin.
Hanya Reggio Calabria dan Messina yang tidak masuk dalam daftar siaga merah, meski keduanya masih berstatus siaga kuning.
Wilayah Lembah Po dan Italia bagian tengah menjadi daerah yang paling terdampak. Suhu di wilayah pedalaman serta Pulau Sardinia diperkirakan juga melampaui 40 derajat Celsius.
Di sejumlah wilayah Italia tengah dan utara, suhu pada malam hari diperkirakan tetap berada di atas 25 derajat Celsius, kondisi yang oleh para meteorolog disebut sebagai "malam super-tropis" (super-tropical nights).
Pada Minggu, suhu di Provinsi Terni, Italia tengah, tercatat mencapai 41 derajat Celsius.
Antisiklon Afrika
Para ahli menyebut gelombang panas kali ini dipicu oleh antisiklon Afrika yang diperparah oleh meningkatnya suhu permukaan Laut Mediterania.Di sebagian besar wilayah Mediterania, suhu permukaan laut telah mencapai atau bahkan melampaui 30 derajat Celsius, sehingga memperkuat kondisi cuaca ekstrem.
Meteorolog dari iLMeteo.it, Lorenzo Tedici, mengatakan akumulasi panas tersebut juga meningkatkan potensi ketidakstabilan atmosfer.
"Seluruh kelebihan panas ini akan memicu ketidakstabilan atmosfer," katanya, seraya memperingatkan potensi badai petir kuat pada sore hari di kawasan Pegunungan Alpen dan Apenina.
Departemen Perlindungan Sipil Italia juga mengeluarkan peringatan cuaca kuning akibat hujan deras di sepanjang Pegunungan Apenina, mulai dari Umbria hingga Calabria, serta di wilayah pedalaman Sisilia.
Menurut Tedici, perubahan cuaca yang benar-benar mengakhiri fase terpanas musim panas 2026 diperkirakan baru terjadi paling cepat pada pertengahan Agustus.
Selain itu, otoritas meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dengan menetapkan status siaga oranye di wilayah Sisilia dan Emilia-Romagna.
Baca juga: Italia Dilanda Gelombang Panas Ketiga Tahun Ini, Peringatan Kesehatan Diperluas