Pembangunan desa. Foto: Ilustrasi istimewa
Membangun Desa Sekaligus Melestarikan Kawasan
Rahmatul Fajri • 8 April 2026 18:03
Jakarta: Pembangunan desa disebut menjadi motor untuk melestarikan kawasan. Caranya, dengan memberikan masyarakat desa fasilitas pelatihan dan penguatan kapasitas.
"Mereka tidak hanya memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan secara berkelanjutan," kata Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 April 2026.
Hal tersebut diungkap Djony terkait pengembangan Desa Sejahtera Astra Nyarai. Desa tersebut diharapkan terus memperkuat ekonomi berbasis pariwisata alam berkelanjutan serta menjadi contoh pengelolaan potensi lokal yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal," kata Djony.
Menurut Djony, pengembangan ekowisata berkelanjutan di desa menjadi contoh. Bahwa, pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
Pihaknya mendukung perubahan signifikan di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Yakni, mendorong peralihan mata pencaharian masyarakat dari penebangan kayu ke sektor ekowisata berbasis pelestarian alam.
Transformasi ini antara lain dipelopori penggerak Desa Sejahtera Astra Ritno Kurniawan, yang sebelumnya juga menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan. Kini, ia menjadi salah satu penggerak utama pengembangan ekowisata di wilayah tersebut.
Sebelumnya, mayoritas masyarakat desa memperoleh penghasilan dari penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam seminggu. Aktivitas tersebut memiliki risiko keselamatan tinggi serta berpotensi merusak kawasan lindung Bukit Barisan.
Melihat potensi alam Nyarai yang mencakup jalur trekking, lubuk dan kolam alami, hingga arung jeram, Ritno mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung kepada warga.
Perubahan mulai terlihat setelah adanya dukungan program Desa Sejahtera Astra yang memberikan pelatihan sumber daya manusia, penyediaan peralatan, serta pengembangan atraksi wisata seperti arung jeram. Dalam waktu sekitar tiga bulan, masyarakat mulai memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata alam.

Pembangunan desa. Foto: Ilustrasi istimewa
Saat ini, tercatat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang menjadi pengurus inti. Sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai penebang kayu kini telah beralih menjadi pemandu wisata yang tersertifikasi.
Peningkatan aktivitas wisata juga mendorong tumbuhnya ekonomi desa melalui pengembangan homestay, layanan pemandu wisata, serta usaha pendukung lainnya. Kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara termasuk dari Malaysia, turut meningkatkan pendapatan masyarakat.