Bontang Lestari dan KIE Diproyeksikan Jadi Magnet Baru Investasi di Kaltim

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur dan jajaran. Foto: Istimewa

Bontang Lestari dan KIE Diproyeksikan Jadi Magnet Baru Investasi di Kaltim

M Sholahadhin Azhar • 22 May 2026 16:16

Jakarta: Posisi Kota Bontang, Kalimantan Timur, sebagai episentrum tujuan investasi strategis di Indonesia Timur, terus diperkuat. Sebanyak dua kawasan industri unggulan ditawarkan untuk menggaet investor.

“Dua kawasan andalan tersebut adalah Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari,” sebut Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, dalam keterangan yang dikutip Jumat, 22 Mei 2026.

Keduanya disiapkan secara matang sebagai pusat pengembangan industri, hilirisasi, logistik, dan investasi berkelanjutan di Kalimantan Timur (Kaltim). Aspian mengatakan KIE merupakan kawasan industri yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan sangat pesat di Kota Bontang. 

Di atas lahan seluas 214,09 hektare, KIE disokong infrastruktur dasar yang terintegrasi secara paripurna. Aktivitas bisnis di dalam kawasan ini bergerak dinamis mencakup pengembangan industrial estate, produksi ready mix concrete, bisnis properti dan perdagangan, serta proyek engineering, procurement and construction (EPC).
 


lebuh lanjut, kata Aspian Nur, bahwa keluwesan sektor usaha ini membuat KIE sangat fleksibel untuk menampung berbagai jenis industri baru.  Selain memiliki akses instan ke kawasan pelabuhan, posisinya juga bertetangga dekat dengan industri petrokimia, energi, dan manufaktur eksisting. 

Hal ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi investor yang ingin membangun industri hilirisasi atau industri pendukung. Konektivitas mobilitas di KIE pun tergolong prima karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta jalur darat utama menuju Kota Samarinda dan Balikpapan.

“Ketangguhan operasional di kawasan ini kian lengkap berkat jaminan utilitas seperti pasokan listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi, hingga kesiapan tenaga kerja industri yang kompetitif,” sambungnya.

Sementara itu, Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari hadir sebagai jawaban atas kebutuhan investasi masa depan dalam skala yang jauh lebih masif.  Dengan hamparan lahan yang sangat luas mencapai 1.102 hektar, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang pengembangan industri raksasa yang terpadu.

Ketersediaan lahan yang melimpah ini membuka peluang emas bagi pembangunan industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik dan kompleks pergudangan, dan pembangkit energi serta industri hijau yang ramah lingkungan.

Keunggulan komparatif dari Bontang Lestari terletak pada lokasinya yang berada di wilayah pesisir.  Keberadaan ini membuka potensi konektivitas kuat dengan jalur distribusi laut yang krusial untuk menciptakan efisiensi rantai pasok serta kelancaran aktivitas ekspor-impor. 


Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur dan jajaran. Foto: Istimewa

"Kami di DPMPTSP Kota Bontang berharap promosi intensif untuk Kaltim Industrial Estate dan Kawasan Industri Bontang Lestari ini mampu menarik minat serius dari para investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor strategis,” kata Aspian.

Kehadiran para investor ini tidak sekedar mengejar pertumbuhan angka investasi daerah, melainkan menjadi stimulus utama bagi percepatan pertumbuhan ekonomi, membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Tentu juga  memperkuat daya saing industri Kaltim di kancah nasional maupun internasional," pungkas Aspian Nur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)