Stok Hewan Kurban Aceh Timur Capai 2.428 Ekor

Pedagang memegang tali sapi di Pasar Hewan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Hayaturrahmah

Stok Hewan Kurban Aceh Timur Capai 2.428 Ekor

Lukman Diah Sari • 20 May 2026 11:13

Banda Aceh: Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mencatat persediaan hewan ternak untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah mencapai 2.428 ekor. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur Murdhani mengatakan dari total tersebut, hewan kurban sapi mencapai 1.062 ekor, kambing 900 ekor, domba 457 ekor, serta kerbau sebanyak sembilan ekor.

"Data ini merupakan hasil pendataan persediaan ternak kurban di seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Timur menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi," kata Murdhani, melansir Antara, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia mengatakan Kecamatan Idi Rayeuk menjadi wilayah dengan jumlah persediaan hewan kurban terbanyak, yakni mencapai 253 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 77 ekor sapi, 110 ekor kambing, dan 66 ekor domba.

Kemudian Kecamatan Julok, tercatat memiliki persediaan ternak cukup tinggi dengan total 244 ekor, terdiri dari 86 ekor sapi, 62 ekor kambing, dan 96 ekor domba.

Sementara itu, Kecamatan Pante Bidari dengan jumlah 205 ekor hewan ternak kurban, terdiri dari 64 ekor sapi, 91 ekor kambing, dan 50 ekor domba. Kecamatan Indra Makmu dengan persediaan mencapai 184 ekor.

Selanjutnya, Kecamatan Birem Bayeun sebanyak 183 ekor dan Kecamatan Madat mencapai 182 ekor, Kecamatan Ranto Peureulak menjadi wilayah dengan persediaan ternak kurban paling sedikit, yakni hanya 14 ekor sapi.

"Sedangkan persediaan ternak meugang, Kecamatan Peureulak tercatat menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak mencapai 189 ekor, disusul Kecamatan Julok sebanyak 156 ekor, dan Kecamatan Madat sebanyak 92 ekor," jelas dia.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Medcom.id.

Pihaknya juga terus mengawasi kesehatan hewan untuk memastikan seluruh ternak yang akan disembelih pada saat meugang maupun hari raya kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara bertahap oleh petugas lapangan, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.

"Kami memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak untuk dikurbankan serta dikonsumsi masyarakat," kata Murdhani.

Ia mengatakan peningkatan kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak lokal di Kabupaten Aceh Timur.

"Iduladha menjadi peluang ekonomi bagi peternak karena permintaan hewan ternak mengalami peningkatan. Kami berharap seluruh pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar serta masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat dan sesuai ketentuan syariat," jelas Murdhani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)