MBG di Batam Perkuat Sistem Pengawasan untuk Pastikan Keamanan Gizi Anak

Sosialisasi Program MBG di Batam. Istimewa

MBG di Batam Perkuat Sistem Pengawasan untuk Pastikan Keamanan Gizi Anak

Al Abrar • 3 December 2025 17:54

Batam: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam kembali menegaskan pentingnya sistem pengawasan berlapis guna memastikan keamanan pangan dan kualitas gizi bagi anak-anak penerima manfaat. Program strategis nasional tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Sosialisasi digelar di Aula SMK Negeri 5 Batam pada Minggu, 30 November 2025, oleh DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, saat membuka kegiatan menekankan bahwa MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan intervensi kesehatan jangka panjang untuk masa depan anak bangsa.

“Pengawasan dari hulu ke hilir adalah keharusan, mulai dari bahan baku, proses memasak, distribusi, hingga penyajian,” ujar Nihayatul.

Ia juga menyoroti sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah sebagai pembelajaran penting bagi penguatan mitigasi risiko keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, sistem pengawasan harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana teknis, hingga sekolah sebagai titik distribusi.

Sebagai program sosial berskala besar, Nihayatul menegaskan, dana MBG harus dikelola secara akuntabel agar manfaatnya tepat sasaran dan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya siswa penerima manfaat.

Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, menambahkan bahwa BGN telah membentuk enam unit kerja untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan terstandar dan terkoordinasi, termasuk pengawasan pangan bergizi.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita pastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi demi masa depan yang lebih sehat dan unggul,” ujarnya.

Dukungan atas penguatan pengawasan ini juga datang dari Anggota DPRD Kepulauan Riau, Suigwan, S.E. Ia menyebut keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga kualitas dan keamanan konsumsi di lapangan.

“Pondasinya adalah anak bergizi dulu, baru anak bisa pintar dan semangat sekolah,” tegasnya.

Dengan penguatan standar pengawasan di Batam, Program MBG diharapkan dapat berjalan lebih aman, terukur, serta menjadi model implementasi nasional. Pemerintah berharap distribusi program ke depannya semakin merata dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di Batam dan wilayah lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)