Trump Sudah 38 Kali Sebut Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat, Cek Daftarnya

Presiden AS, Donald Trump. (EPA-EFE/NEIL HALL)

Trump Sudah 38 Kali Sebut Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat, Cek Daftarnya

Riza Aslam Khaeron • 10 June 2026 17:15

Jakarta: Sudah lebih dari dua bulan berlalu sejak gencatan senjata dalam perang Amerika Serikat (AS)-Israel dimulai pada April 2026 (menyusul eskalasi sejak akhir Februari 2026). Namun, hingga kini rangkaian negosiasi perdamaian lanjutan masih belum membuahkan hasil yang konkret.
 
Situasi di kawasan Timur Tengah bahkan sempat kembali membara belakangan ini. Ketegangan dipicu oleh serangan Israel di Beirut, Lebanon, yang dibalas dengan serangan Iran ke Israel, lalu disusul serangan balasan Tel Aviv ke Teheran.

Eskalasi semakin meruncing setelah militer Iran menjatuhkan helikopter Apache milik AS. Insiden tersebut mendorong Washington melancarkan serangan ke Teheran, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran terhadap 21 target militer AS di Timur Tengah, semua itu terjadi dalam 7 hari terakhir.

Meskipun situasi di lapangan sangat kontradiktif, Presiden AS Donald Trump terus menggembor-gemborkan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran sudah sangat dekat. Kenyataannya, berdasarkan analisis dari CNN yang dirilis pada 9 Juni 2026,

Trump tercatat telah mengeklaim kesepakatan "sudah dekat" sebanyak 38 kali, bahkan jauh sebelum gencatan senjata resmi dimulai.

Angka tersebut merujuk pada intensitas pernyataan langsung Trump, baik melalui unggahan media sosial, pidato publik, maupun wawancara telepon dengan media, yang menyebut kesepakatan nuklir sudah di depan mata atau menuduh Iran tengah putus asa untuk segera bernegosiasi.

Benarkah demikian? Berikut adalah daftar pernyataannya dari waktu ke waktu yang bisa ditemukan:


Presiden AS Donald Trump. Foto: dok EPA-EFE.
  • 23 Maret 2026 — Komentar ke pers/pidato Tennessee dan sebelum Air Force One

    Prediksi dimulai pada 23 Maret, kurang dari sebulan setelah perang pecah. Berbicara kepada wartawan di luar Air Force One, Trump mengatakan kedua belah pihak telah mencapai "poin-poin kesepakatan utama, saya akan katakan, hampir semua poin kesepakatan." Iran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung.
  • 24 Maret 2026 — Pernyataan di Gedung Putih

    “Pihak lawan (Iran), bisa saya katakan kepada Anda, mereka ingin mencapai kesepakatan,” sebut Donald Trump, dikutip Euronews, 24 Maret 2026.
  • 26 Maret 2026 — Penggalangan dana Partai Republik di Washington

    “Omong-omong, mereka (Iran) sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, tetapi mereka takut untuk mengatakannya karena mereka pikir mereka akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri,” paparkan Donald Trump, dikutip AP News, 26 Maret 2026.
  • 29 Maret 2026 — Tanya jawab dengan pers di Air Force One

    “Saya memang melihat adanya kesepakatan dengan Iran, ya. Bisa jadi dalam waktu dekat,” ujar Donald Trump, dikutip ABC News, 29 Maret 2026.
  • 7 April 2026 — Truth Social

    “Hampir semua poin yang sebelumnya menjadi pertentangan telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu ini akan memberikan waktu agar Kesepakatan tersebut dapat diselesaikan dan disempurnakan,” klaim Donald Trump dari Truth Social, 7 April 2026.
  • 13 April 2026 — Komentar di Gedung Putih/Oval Office

    “Saya bisa memberi tahu Anda bahwa kami telah dihubungi oleh pihak seberang (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan. Sangat ingin, sangat ingin,” ungkap Donald Trump, dikutip dari ABC News, 13 April 2026.
  • 15 April 2026 — Wawancara Fox Business/Fox News

    Trump kepada Fox News pada 15 April menyatakan perang Iran “sangat dekat” berakhir.

    “Saya rasa ini sudah hampir berakhir, ya. Saya menganggapnya sudah sangat dekat dengan akhir,” jelaskan Donald Trump kepada Fox News, 15 April 2026.
  • 16 April 2026 — Komentar kepada pers

    “Kelihatannya sangat bagus bahwa kita akan mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Donald Trump, dikutip Indian Express yang merujuk analisis CNN, 16 April 2026.
  • 17 April 2026 — Axios

    “Iran ingin bertemu. Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya rasa pertemuan kemungkinan akan berlangsung akhir pekan ini. Saya rasa kita akan mendapatkan kesepakatan dalam satu atau dua hari ke depan,” sebut Donald Trump kepada Axios, 17 April 2026.
  • 18 Mei 2026 — Truth Social dan komentar kepada pers

    “Tampaknya ada peluang yang sangat baik kita bisa membuat kesepakatan. Jika kita bisa melakukannya tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,” ujar Donald Trump kepada wartawan yang berkumpul dalam acara pengumuman harga obat pada 18 Mei 2026.
  • 20 Mei 2026 — Komentar kepada pers di Joint Base Andrews

    “Kita berada di tahap akhir dengan Iran. Kita lihat saja apa yang terjadi. Pilihannya adalah menyepakati perjanjian atau kita akan melakukan beberapa tindakan yang agak keras, tetapi mudah-mudahan hal itu tidak perlu terjadi," kata Donald Trump kepada wartawan pada 20 Mei 2026.
  • 23 Mei 2026 — Truth Social dan wawancara media

    “Aspek akhir dan detail kesepakatan saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan,” beber Donald Trump, mengutip BBC, 23 Mei 2026.
  • 28 Mei 2026 — FOX News

    “Terlepas dari apakah ini pihak lawan atau bukan, Anda menyelamatkan banyak nyawa. Namun, kita sudah dekat dengan kesepakatan yang sangat baik,” kata Donald Trump dalam wawancara dengan menantunya, Lara Trump di Fox News, 28 Mei 2026.
  • 1 Juni 2026 — Truth Social

    “Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan kesepakatan itu akan menguntungkan bagi AS dan pihak-pihak yang bersama kita,” unggah Donald Trump di Truth Social, 1 Juni 2026.
  • 2 Juni 2026 — Postingan sosial dan komentar Senin

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada ABC News pada 2 Juni bahwa ia menilai kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz akan tercapai 'dalam minggu depan' seperti unggahan media tersebut di platform X, dikutip Reuters, 2 Juni 2026.
  • 7 Juni 2026 — Axios

    “Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan ini berantakan karena apa yang sedang terjadi saat ini,” kata Donald Trump kepada Axios, 7 Juni 2026.
  • 8 Juni 2026 — Axios

    Dalam wawancara kepada Axios, Trump kembali mengeklaim bahwa Iran menginginkan kesepakatan dan kesepakatan tersebut dapat segera ditandatangani.

    “Ini akan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir dan menghentikan pengayaan uranium. Ini adalah kesepakatan yang luar biasa. Kita mendapatkan semua yang kita inginkan,” klaim Donald Trump kepada Axios, 8 Juni 2026.

    Ini merupakan ketiga kalinya Trump menyatakan kepada Axios bahwa kesepakatan sudah dekat.
  • 9 Juni 2026 — Tele-rally untuk Lindsey Graham

    Pada hari Senin, 9 Juni 2026, dalam tele-rally untuk Senator Lindsey Graham dari South Carolina, Trump memprediksikan “kemenangan total” dalam waktu dua minggu.

    “Kita sedang bernegosiasi sekarang; mereka ingin membuat kesepakatan yang sangat bagus,” ujarnya mengutip Indian Express, sembari menambahkan: “Mereka bersedia memberikan segalanya kepada kita.”
  • 9 Juni 2026 — Komentar kepada pers setelah pertandingan NBA

    “Kita berada di detik-detik terakhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat bagus,” tutur Donald Trump kepada wartawan sekembalinya dari menonton pertandingan Final NBA, mengutip Indian Express.

    Ketika ditanya apakah kesepakatan tersebut tinggal menghitung hari atau minggu, ia menjawab: “Dua atau tiga hari.”
     
Baca Juga:
Bahrain Klaim Berhasil Hancurkan Serangan Udara dari Iran
 

Apakah Kita Sudah Sangat Dekat dengan Kesepakatan?

Hingga kini, perkembangan nyata dari negosiasi antara Iran dan AS masih belum diketahui secara pasti. Namun, Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance, senada dengan Trump untuk sekian kalinya, kembali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat.

“Saya rasa kita akan mengetahui banyak hal sebelum pemilu paruh waktu (November),” ujar Vance kepada CBS News pada 9 Juni 2026.

“Dengar, saya pikir kesepakatan itu bisa saja terjadi dalam minggu depan, tetapi kesepakatan tersebut juga bisa baru tercapai beberapa bulan dari sekarang,” tambahnya.

Saat ini masih terdapat beberapa isu krusial yang terus diperdebatkan oleh kedua belah pihak.

AS menuntut penghentian total program nuklir dan penyerahan seluruh hasil pengayaan uranium milik Iran, langkah yang kerap kali disebut oleh pihak Teheran sebagai 'tuntutan maksimalis'. Di sisi lain, Iran menuntut pencairan dana mereka yang dibekukan akibat sanksi.

Meskipun para pejabat tinggi AS berulang kali menyebut kesepakatan sudah berada di depan mata, pihak Iran sendiri hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda atau merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal tersebut.

(Arga Sumantri)