Suporter Iran saat hadiri Piala Dunia 2022 di Qatar. Foto: Press TV
Iran Tuduh AS Batalkan Sepihak Alokasi Tiket Piala Dunia untuk Suporternya
Fajar Nugraha • 10 June 2026 12:53
Teheran: Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengatakan pada Selasa, 9 Juni, bahwa Amerika Serikat (AS) telah mencabut alokasi tiket untuk pertandingan fase grup tim nasional mereka di Piala Dunia 2026.
Pihak federasi menuduh AS selaku salah satu tuan rumah sengaja menghalangi kehadiran para pendukung Iran di tengah perselisihan diplomatik yang sengit antara kedua negara. Melalui pernyataan resminya, FFIRI mengecam tindakan AS yang dinilai menjegal fans timnas mereka menjelang bergulirnya turnamen.
“Dengan kurang dari tiga hari tersisa sebelum dimulainya Piala Dunia 2026. Amerika Serikat sekali lagi bertindak untuk menghalangi kehadiran suporter Iran di stadion yang menjamu tiga pertandingan fase grup tim nasional,” demikian bunyi pernyataan resmi FFIRI, seperti dikutip Al Jazeera, pada Rabu, 10 Juni 2026.
AS dilaporkan telah menerapkan berbagai hambatan birokrasi bagi delegasi Iran dalam pergelaran sepak bola global tersebut, termasuk penolakan penerbitan visa bagi beberapa staf pendukung. Kebijakan ketat ini mengemuka karena kedua negara secara efektif masih berada dalam kondisi perang sejak serangan militer pada 28 Februari lalu.
Otoritas sepak bola Iran menjelaskan bahwa regulasi FIFA secara tegas mengatur bahwa setiap federasi yang berpartisipasi berhak mendapatkan alokasi kuota sebesar 8 persen tiket dari kapasitas stadion di setiap pertandingan, untuk kemudian didistribusikan kepada para pendukung mereka melalui jalur resmi.
Berdasarkan laporan tersebut, FFIRI sebenarnya telah memulai proses penjualan tiket untuk laga fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, yang semuanya dijadwalkan berlangsung di AS, setelah menerima kuota resmi tersebut, bahkan beberapa suporter dikonfirmasi telah menyelesaikan seluruh akomodasi perjalanan mereka.
Namun, dalam sebuah langkah yang tidak terduga, hak alokasi yang sebelumnya telah diberikan kepada Federasi Sepak Bola Iran tiba-tiba ditarik kembali secara sepihak. Di bawah situasi saat ini, pihak federasi mengatakan tidak mampu lagi untuk menyediakan satu tiket pun bagi para pendukung tim nasional mereka.
FFIRI mengkritik keras langkah pembatalan sepihak tersebut karena dinilai bertentangan dengan semangat kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan antarnegara peserta.
Sejalan dengan protes tersebut, pihak Iran mendesak FIFA beserta jajaran panitia penyelenggara turnamen untuk menegakkan prinsip netralitas, keadilan, dan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan demi memulihkan hak para suporter Iran.
Hingga saat berita ini diturunkan, baik dari pihak FIFA maupun kepanitiaan penyelenggara AS belum memberikan tanggapan resmi atau komentar publik mengenai tuduhan serius dari pihak Iran tersebut.
Keluhan terkait tiket ini menjadi sengketa terbaru yang mengiringi partisipasi timnas Iran di ajang Piala Dunia 2026. Masalah ini mencuat menyusul kendala pengurusan visa yang menurut Teheran telah menjegal sekitar 15 staf administrasi dan manajemen di dalam delegasi mereka untuk bisa memasuki wilayah kedaulatan AS.
Meningkatnya ketegangan geopolitik tersebut akhirnya memaksa timnas Iran untuk memindahkan markas pemusatan latihan mereka ke kota perbatasan Meksiko, Tijuana. Agenda tersebut bergeser dari rencana awal yang semula dijadwalkan berlangsung di Tucson, negara bagian Arizona, AS.
Berdasarkan jadwal turnamen, timnas Iran akan membuka laga perdana mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum akhirnya menantang Belgia di kota yang sama pada 21 Juni, dan menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
(Kelvin Yurcel)