Tiongkok Kembali Desak AS-Iran Hentikan Pertempuran

AS kembali lakukan serangan ke arah Iran. Foto: Anadolu

Tiongkok Kembali Desak AS-Iran Hentikan Pertempuran

Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 18:24

Beijing: Tiongkok kembali menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan pertempuran serta kembali ke meja perundingan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan Beijing sangat prihatin terhadap perkembangan situasi yang terjadi saat ini.

"Tiongkok sangat prihatin terhadap situasi tersebut," kata Lin kepada wartawan pada Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Lin, konflik militer hanya akan memperburuk keadaan dan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi sumber ketegangan.

Melansir Anadolu, ia menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara di kawasan harus dihormati dan dilindungi.

Lin juga mendesak seluruh pihak terkait untuk menghentikan aksi militer, melanjutkan dialog dan negosiasi, serta merespons berbagai upaya mediasi yang sedang dilakukan sejumlah negara guna mencapai gencatan senjata secepat mungkin.

Lin mengatakan, Tiongkok terus menjaga komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Iran, sejak konflik pecah.
Menurutnya, Beijing juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perundingan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan dalam dua pekan terakhir, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya pada Kamis, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang 18 target militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Menurut IRGC, serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan rudal AS yang menghantam sebuah lokasi rekreasi, kompleks industri, serta sejumlah wilayah di sekitar Karaj dan Nazarabad di sebelah barat Teheran, termasuk pangkalan Garda Revolusi di Kabupaten Pishva.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim Iran tersebut maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan dari serangan yang diklaim dilakukan kedua belah pihak.

(Fajar Nugraha)