Kerusakan akibat terjangan banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok. (Anadolu Agency)
10 Hari Berlalu, Korban Hilang Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Lampaui 5.500
Willy Haryono • 6 September 2026 16:48
Kathmandu: Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok mencapai 1.372 orang, dengan 5.531 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Sabtu malam, atau 10 hari setelah bencana melanda kawasan tersebut.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 6 September 2026, Otoritas Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) melaporkan 1.341 orang tewas, sementara 5.531 lainnya masih hilang. Dari jumlah tersebut, 589 orang merupakan warga negara asing.
Angka korban tewas di Nepal sebelumnya dilaporkan mencapai 1.344 orang. Namun, jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi 1.331 orang berdasarkan pembaruan data resmi.
Sementara itu, otoritas Tiongkok melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 531 lainnya masih hilang di Daerah Otonomi Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet.
Berdasarkan data resmi Nepal dan Tiongkok, sebanyak 850 warga negara asing termasuk dalam daftar orang yang masih hilang akibat bencana tersebut.
Bencana terjadi pada 26 Agustus ketika gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut.
Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berkembang menjadi aliran material besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang kawasan perbatasan.
Banjir dan longsor menghancurkan sejumlah wilayah di Nepal, termasuk distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre, serta kawasan Lembah Kathmandu.
Bencana juga menyebabkan pos perlintasan perbatasan Gyirong di Xizang tertimbun material longsor.