Diplomasi digital Indonesia mendapatkan pengakuan internasional. Foto: PTRI Jenewa
Diplomasi Digital Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Fajar Nugraha • 4 February 2026 21:07
Jenewa: Diplomasi digital merupakan instrumen strategis diplomasi publik Indonesia untuk memperkuat transparansi, menjangkau publik yang lebih luas. Melalui diplomasi ini dapat mendekatkan proses multilateral dengan kepentingan masyarakat.
“Melalui pemanfaatan platform digital, Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa (PTRI Jenewa) terus mendorong penyampaian aktivitas diplomasi secara lebih mudah dipahami, relevan, dan kontekstual,” sebut keterangan PTRI Jenewa, yang diterima Rabu 4 Februari 2026.
Dalam konteks penguatan diplomasi digital tersebut, PTRI Jenewa dianugerahi Juara Pertama kategori Permanent Representations pada ajang Geneva Engage Awards ke-11, penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Geneva Internet Platform (GIP) dan DiploFoundation.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja diplomasi digital Perwakilan, yang dinilai melalui analisis kuantitatif terhadap jangkauan media sosial, aksesibilitas situs web, serta relevansi konten digital institusi di Jenewa selama periode penilaian 1 Januari hingga 15 Desember 2024,” sebut pernyataan itu.
Geneva Engage Awards merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan sebanyak sebelas kali oleh GIP, sebuah platform yang dibentuk oleh Departemen Luar Negeri Federal Swiss (FDFA) dan Kantor Komunikasi Federal Swiss (OFCOM) Swiss, serta dikelola oleh DiploFoundation, organisasi yang berfokus pada penguatan tata kelola internet dan diplomasi digital global.
Penguatan diplomasi digital mendorong Perwakilan RI untuk menyampaikan aktivitas diplomasi dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat. Melalui pemanfaatan platform digital, isu-isu multilateral yang sering kali terasa jauh dan teknis dapat dihadirkan secara lebih relevan, sehingga publik dapat melihat keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kategori Permanent Representations, PTRI Jenewa dinilai paling unggul di antara sembilan perutusan tetap negara lainnya yang masuk dalam nominasi, termasuk perwakilan dari negara-negara dengan tradisi diplomasi digital yang kuat seperti Prancis, Inggris, Italia, dan Rusia.
Penghargaan ini mencerminkan upaya konsisten PTRI Jenewa dalam menyampaikan dinamika diplomasi multilateral Indonesia di berbagai forum internasional di Jenewa, termasuk Dewan HAM PBB, WTO, WHO, ILO, WIPO, UNCTAD, Conference on Disarmament dan berbagai badan internasional lainnya, melalui pendekatan komunikasi yang lebih terbuka, mudah dipahami, dan relevan bagi publik.
Rangkaian penganugerahan dilaksanakan di Markas Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai instansi di Jenewa.
Acara diawali dengan sambutan dari Nathalie Fontanet, President of the State Council of the Republic and Canton of Geneva, serta turut dihadiri oleh Celeste Saulo, Sekretaris Jenderal WMO; Doreen Bogdan-Martin, Sekretaris Jenderal Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU); Bernardino Regazzoni, Chairman of the Board of DiploFoundation; dan Jovan Kurbalija, Executive Director of DiploFoundation.
Dalam sambutannya, Duta Besar Achsanul Habib selaku Deputi Wakil Tetap I, menekankan bahwa penghargaan ini bukan semata tentang kehadiran digital, melainkan cerminan dari upaya PTRI Jenewa menerjemahkan isu-isu multilateral yang kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami publik. Menurutnya, diplomasi digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara Indonesia merepresentasikan diri di forum internasional.
Pengakuan ini juga sejalan dengan indikator kinerja PTRI Jenewa yang menempatkan pengelolaan media sosial dan platform digital sebagai bagian dari strategi diplomasi publik Indonesia. Ini dilakukan guna memastikan masyarakat Indonesia dapat memahami keterkaitan antara proses global di Jenewa dengan kepentingan nasional dan kehidupan sehari-hari.