Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Sepanjang 2025, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%
Husen Miftahudin • 5 February 2026 12:38
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan secara kumulatif ekonomi Indonesia di sepanjang 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,11 persen (yoy). Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan realisasi ekonomi Indonesia di sepanjang 2024 yang tumbuh 5,03 persen (yoy).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, berdasarkan Lapangan Usaha (LU), seluruh LU tumbuh positif pada 2025, kecuali LU pertambangan. LU dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan dengan total share kelima LU tersebut di 2025 sebesar 63,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
LU dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan atau c to c, antara lain adalah jasa pengusahaan 9,01 persen dan transportasi pergudangan 8,78 persen. Hal ini antara lain disebabkan oleh peningkatan aktivitas rekreasi, peningkatan aktivitas agen perjalanan, dan penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional di Indonesia, serta meningkatnya jumlah penumpang di berbagai moda transportasi.
"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tahun 2025, dari sisi LU, terlihat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,07 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi selama empat tahun terakhir," jelas Amalia dalam konferensi pers daring, Kamis, 5 Februari 2026.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 juga ditopang oleh beberapa LU utama, yaitu perdagangan yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,72 persen; pertanian dengan sumber pertumbuhan 0,60 persen; serta informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,56 persen.
| Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Triwulan IV-2025 |

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif
Selanjutnya, Amalia mengungkapkan, seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif di 2025. Komponen dengan distribusi terbesar adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,88 persen dan pertumbuhannya pada 2025 sebesar 4,98 persen.
Untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, pada 2025 tumbuh sebesar 5,09 persen dimana kontribusi komponen ini terhadap PDB sisi pengeluaran merupakan yang kedua terbesar yaitu sebesar 28,77 persen. Komponen dengan pertumbuhan tertinggi lainnya adalah ekspor yaitu sebesar 7,03 persen
"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, maka sepanjang 2025 konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen. Komponen lain yg jg memberikan sumber pertumbuhan relatif tinggi antara lain PMTB dengan sumber pertumbuhan 1,58 persen dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,19 persen," urai Amalia.
Ia juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh di semua pulau. Kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB masih yang tertinggi sebesar 56,93 persen diikuti Pulau Sumatra sebesar 22,22 persen.
"Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional dimana wilayah Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,30 persen dan wilayah Pulau Sulawesi tumbuh sebesar 6,23 persen," terang Amalia.