Sejarah Isra Mikraj: Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha

Ilustrasi freepik

Sejarah Isra Mikraj: Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha

Putri Purnama Sari • 14 January 2026 10:50

Jakarta: Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa luar biasa ini menjadi tonggak penting dalam ajaran Islam karena pada saat itulah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. 

Hingga kini, Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Pengertian Isra Mikraj

Secara bahasa, Isra berarti perjalanan pada malam hari, sedangkan Mikraj berarti naik atau tangga menuju tempat yang tinggi. Dilansir dari laman Baznas, Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang berada di Masjidil Haram di Makkah.

Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dengan menggunakan Buraq.

Setelah sampai di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ke tujuh dan bertemu dengan para Nabi terdahulu  pada setiap lapisan yang dilewati.

Pada lapisan langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah mendirikan salat sebanyak 5 waktu dalam satu hari.
 

Latar Belakang Terjadinya Isra Mikraj

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai ‘Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan. Pada masa itu, Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok penting, yaitu:
  • Siti Khadijah RA, istri tercinta Nabi
  • Abu Thalib, paman sekaligus pelindung Nabi
Di tengah tekanan dan penolakan dakwah dari kaum Quraisy, Allah SWT memberikan penghiburan dan penguatan iman kepada Rasulullah melalui peristiwa Isra Mikraj.

Perjalanan Isra: Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril dan menaiki kendaraan bernama Buraq. Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dalam waktu satu malam.

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW menjadi imam salat dan memimpin para nabi terdahulu, sebagai tanda bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul.
 

Perjalanan Mikraj: Naik ke Langit hingga Sidratul Muntaha

Setelah Isra, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mikraj, yaitu naik ke langit. Dalam perjalanan ini, Rasulullah bertemu dengan beberapa nabi di setiap lapisan langit, di antaranya:
  • Nabi Adam AS
  • Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
  • Nabi Yusuf AS
  • Nabi Idris AS
  • Nabi Harun AS
  • Nabi Musa AS
  • Nabi Ibrahim AS
Puncak perjalanan Mikraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk mana pun selain atas izin Allah SWT.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)