RI Tak Khawatir Trump Ancam Tarif 25% Negara yang Berhubungan dengan Iran

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

RI Tak Khawatir Trump Ancam Tarif 25% Negara yang Berhubungan dengan Iran

Eko Nordiansyah • 13 January 2026 15:52

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak khawatir terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengenaan tarif sebesar 25 persen bagi negara-negara di dunia yang menjalin hubungan perdagangan dengan Iran.

"Tidak ada (kekhawatiran)," kata Airlangga ditemui di sela kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Januari 2026.

Airlangga menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi awak media mengenai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait mengenakan tarif sebesar 25 persen bagi negara-negara di dunia yang menjalin hubungan perdagangan dengan Iran.
 



(Presiden AS Donald Trump. Foto: Dok Anadolu)

Perdagangan Indonesia-Iran tidak besar

Mengenai hal itu, Airlangga menanggapi dengan singkat jika tidak khawatir karena transaksi perdagangan antara Indonesia dan Iran tidak memiliki total nilai transaksi yang besar.

"(Tidak khawatir karena) kita transaksinya tidak besar," tegas Airlangga dengan singkat.

Meski begitu, Airlangga tidak menjelaskan lebih rinci mengenai hal tersebut, hanya saja ia menegaskan Indonesia tidak khawatir dengan hal itu.

Sebelumnya, ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pengenaan tarif 25 persen tersebut disampaikan melalui unggahannya di Truth Social.

Trump menegaskan keputusan tersebut bersifat final dan akan diberlakukan sesegera mungkin.

"Mulai sekarang, setiap negara yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)