KA Tujuan Malang dan Surabaya Terlambat 3-5 Jam Akibat Banjir di Pekalongan

Stasiun Malang/KAI Daop 8 Surabaya

KA Tujuan Malang dan Surabaya Terlambat 3-5 Jam Akibat Banjir di Pekalongan

Daviq Umar Al Faruq • 17 January 2026 11:48

Malang: Perjalanan kereta api yang tiba di Stasiun Malang mengalami keterlambatan signifikan hingga 3–5 jam pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026. Keterlambatan ini merupakan dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, yang mengganggu operasional jalur utara sebagai lintasan utama kereta dari arah barat menuju Jawa Timur.

PT KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai genangan air di wilayah Daop 4 Semarang mengharuskan dilakukannya rekayasa pola perjalanan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan operasional perjalanan kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. “Aspek keselamatan menjadi kunci penting dalam perjalanan kereta api. Setiap jalur yang terdampak cuaca ekstrem harus melalui pemeriksaan dan pemantauan intensif sebelum dan selama dilalui KA. Hal ini berdampak pada penambahan waktu tempuh, namun langkah tersebut wajib dilakukan demi keselamatan pelanggan dan petugas,” ujar Mahendro.
 


Hingga pukul 07.30 WIB, tercatat tiga perjalanan kereta api menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan dengan rentang 200 menit hingga 300 menit. Satu kereta terlambat tiba di Stasiun Malang, yakni KA Jayabaya relasi Pasarsenen–Malang. Dua kereta lainnya, KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dan KA Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi, terlambat di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Meski demikian, KAI memastikan operasional keberangkatan kereta api dari Daop 8 Surabaya tetap berjalan normal. Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 18 perjalanan kereta api tercatat berangkat tepat waktu, terdiri dari tujuh KA dari Stasiun Surabaya Pasarturi, enam KA dari Stasiun Surabaya Gubeng, dan lima KA dari Stasiun Malang.

KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unit terkait untuk mempercepat normalisasi perjalanan seiring membaiknya kondisi cuaca. Komunikasi aktif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga dilakukan guna memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini sebagai dasar langkah antisipatif.


Penumpang kereta api saat berada di Stasiun Cirebon. Dokumentasi/Istimewa

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI telah memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api.

“KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan akibat dampak dari cuaca ekstrem,” tutup Mahendro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)