Ilustrasi Pexels
Pembangunan Kesetaraan Gender Lambat, Hari Kartini Momentum Perbaikan
Muhamad Marup • 21 April 2026 08:45
Jakarta: Perempuan, dalam konteks profesi, tidak lagi semata-mata menjalankan peran domestik rumah tangga, tetapi juga telah melangkah dalam menunaikan fungsi publiknya. Meski demikian, berbagai tantangan menuju kesetaraan gender masih terus kita hadapi.
"Dalam konteks hari ini, tantangan tersebut hadir dalam berbagai bentuk ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dalam proses pelaksanaan pembangunan, dan mendapatkan manfaat yang didapat perempuan dari hasil pembangunan," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, saat menyampaikan Amanat Hari Kartini, di Jakarta, Senin, 21 April 2026.
Ia menegaskan, tantangan tersebut harus jadi pekerjaan bersama untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam seluruh sektor pembangunan. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subyek berdaya yang mampu menentukan arah dan masa depan bangsa.
Data ketimpangan gender dan masalahnya
Capaian dalam Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebagai dua indikator keberhasilan pengarusutamaan gender di Indonesia mengonfirmasi hal ini.Berdasarkan data BPS pada angka IPG pada tahun 2024 tercatat sebesar 91,85. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada tahun 2024 berada pada angka 0,421.
"Meski menunjukan tren yang meningkat setiap tahun, persentase peningkatannya berjalan lambat dalam satu dekade terakhir," kata Arifatul
Menteri PPPA menambahkan, prempuan Indonesia masih mempunyai persoalan dan tantangan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Berikut ini rinciannya:
- Perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan yang mencapai 24,8 persen, serta proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali di usia kurang dari 20 tahun yang masih terjadi.
- Di bidang ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu sekitar 56,42 persen, dibandingkan laki-laki sebesar 84,66 persen.
- Di bidang politik, keterwakilan perempuan di parlemen berada pada kisaran 15% pada DPRD tingkat Kabupaten Kota/kabupaten, 15% pada DPRD Provinsi dan 22% pada posisi legislator di DPR RI.
Momentum Hari Kartini
Menteri PPPA mengingatkan, peringatan Hari Kartini harus kita maknai sebagai panggilan bersama untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan benar-benar menghadirkan keadilan. Ajang peringatan hari Kartini seyogyanya menjadi momentum refleksi bagi kita untuk melihat sejauh mana efektivitas kita dalam memberikan ruang kesetaraan bagi perempuan, baik dalam rumah tangga maupun di ranah publik."Semangat Raden Ajeng Kartini hari ini tidak hanya tentang membuka akses, tetapi juga memastikan bahwa perempuan memiliki pilihan, memiliki suara, dan memiliki kendali atas hidupnya," ucapnya.
.jpeg)
RA Kartini. Sumber Arsip Nasional
Ia mengajak kita semua untuk terus memperkuat langkah bersama dalam:
- memastikan setiap perempuan memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan responsif gender,
- menjamin setiap anak perempuan dapat mengakses dan menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan, serta
- membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor.