Farhan mengungkapkan, keputusan maskapai tidak lepas dari pertimbangan bisnis, termasuk menurunnya minat masyarakat terhadap penerbangan jarak dekat menggunakan pesawat baling-baling.
“Minat masyarakat untuk penerbangan jarak dekat memang menurun, apalagi sejak jaringan tol semakin baik,” ujar Farhan di Bandung seperti dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Ia menjelaskan, bahkan sebelum Bandara Kertajati aktif, rute ke kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta memang sudah mengalami penurunan penumpang. Farhan menambahkan, saat ini rute dengan permintaan tinggi justru didominasi penerbangan jarak menengah hingga jauh, seperti ke Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung mendorong pemerintah pusat membuka kembali izin penerbangan menggunakan pesawat berbadan besar. Dorongan ini terutama untuk rute ke luar Pulau Jawa.
“Bagaimanapun juga, rute penerbangan dengan permintaan tertinggi itu adalah Bali, Surabaya, Balikpapan, Palembang, Makassar, dan Medan,” katanya.

Bandara Husein Sastranegara Bandung, sumber foto: Istimewa (Jaenal Mutakin)
Berdasarkan pantauan, suasana Bandara Husein Sastranegara kembali lengang dengan aktivitas penerbangan yang sangat minim. Sebelumnya, rute Bandung-Yogyakarta dilayani setiap hari. Namun, pada jadwal penerbangan terbaru tidak ada pesawat yang lepas landas.
Rute tersebut sebelumnya dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-500 dengan kode penerbangan IW 1812 untuk Bandung-Yogyakarta, serta IW 1811 untuk rute sebaliknya. Penerbangan terakhir dari Bandung tercatat berlangsung pada hari terakhir arus balik Lebaran 2026.