Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, memimpin upacara pelepasan ketiga jenazah tersebut. Maruli bertindak sebagai inspektur upacara yang diadakan di Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 4 April 2026.
"Saya Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, jabatan KASAD, atas nama negara, bangsa, dan tentara menerima jenazah Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Selanjutnya jenazah almarhum akan saya berangkatkan ke tempat pemakamannya untuk dimakamkan secara militer," ujar Maruli.
Dua pesawat TNI AU jenis CN 295 dan C 130 J dipersiapkan untuk mengangkut tiga peti jenazah. Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Pesawat itu akan membawa ketiga peti jenazah ke Bandung dan Yogyakarta.
Peti jenazah ketiga prajurit tiba di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Isak tangis keluarga pecah di atas peti saat jenazah hendak disemayamkan. Tiap peti jenazah yang dibungkus Bendera Merah Putih disemayamkan di dalam gedung. Satu per satu peti jenazah diletakkan di tengah-tengah gedung, diiringi lagu "Gugur Bunga".
Isak tangis keluarga korban pecah hingga menggema di ruangan tersebut saat mereka dituntun menuju kursi di samping peti jenazah yang telah disediakan. Bahkan, salah satu keluarga dari Muhammad Nur Ichwan membawa balita dan memberitahu anaknya bahwa di dalam peti tersebut adalah sang ayah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih terlihat hadir. Turut hadir Menteri Luar Negeri Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di dalam gedung tersebut.