Banjir di Serang Berangsur Surut, Warga Tetap Diminta Waspada

Suasana banjir di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (11/3/2026). ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang

Banjir di Serang Berangsur Surut, Warga Tetap Diminta Waspada

Lukman Diah Sari • 12 March 2026 08:42

Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, menyatakan banjir melanda sejumlah wilayah setempat berangsur surut pada Rabu malam, 11 Maret 2026. Namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat melaporkan, bahwa berdasarkan pantauan hingga pukul 19.00 WIB, tinggi muka air (TMA) di beberapa tempat, seperti Kecamatan Bojonegara, Carenang, dan Cinangka sudah menunjukkan situasi kondusif.

"Beberapa titik banjir memang mulai surut, namun di wilayah lain seperti Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas dan Perum Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, air masih bertahan dengan ketinggian antara 30 hingga 40 centimeter," kata Ajat di Serang, Rabu, 11 Maret 2026, melansir Antara.

Suasana banjir di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (11/3/2026). ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Serang

Data BPBD mencatat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 6 Maret 2026 telah berdampak pada 34 desa di 14 kecamatan. Total 10.892 jiwa atau 3.652 kepala keluarga merasakan dampak langsung dari luapan sungai dan cuaca ekstrem ini.

Selain merendam 3.259 rumah, bencana ini juga mengakibatkan satu rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kecamatan Padarincang serta mengganggu akses jalan akibat pohon tumbang di Bojonegara. Fasilitas publik, seperti SDN 1 Tonjong dan dua masjid juga dilaporkan terdampak.

Ajat menegaskan estimasi tingkat ancaman saat ini masih berada pada kategori sedang hingga tinggi, lantaran menurut prakiraan BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang masih membayangi wilayah Banten. 

"Kami terus menyiagakan tim untuk monitoring dan kaji cepat lanjutan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan keluarga," ujar dia.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian dan wilayah rawan lainnya untuk segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda kenaikan air yang signifikan, untuk menghindari jatuh korban.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)