Pramono Menegaskan Pembangunan Taman Bendera Pusaka Tak Gunakan APBD

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah,

Pramono Menegaskan Pembangunan Taman Bendera Pusaka Tak Gunakan APBD

Athiyya Nurul Firjatillah • 14 March 2026 22:42

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menegaskan pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Proyek ruang terbuka hijau tersebut sepenuhnya didanai melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.

“Jadi untuk anggaran tidak menggunakan dana APBD sama sekali. Ini adalah dana kerja sama dengan swasta. Dana dari apa, KLB dan juga dari SP3L. Jadi sepenuhnya adalah dana kerja sama dengan swasta,” kata Pramono Anung saat peresmian taman, Sabtu, 14 Maret 2026.

Hal itu disampaikan dalam acara peresmian Taman Bendera Pusaka. Menurut Pramono, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi salah satu cara untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik tanpa membebani anggaran daerah.

Dengan pola tersebut, pembangunan ruang terbuka hijau tetap dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
 


Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan hasil integrasi tiga taman kota di kawasan Kebayoran Baru, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat. Kawasan ruang terbuka hijau tersebut memiliki luas sekitar 5,6 hektare dengan jalur jogging sepanjang 1,2 kilometer.

Desain taman ini terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Area taman dibagi menjadi dua zona utama, yakni zona merah yang mencerminkan karakter aktif dan dinamis serta zona putih yang menggambarkan suasana tenang dan reflektif. Kedua zona tersebut dihubungkan melalui jalur pedestrian, jembatan penghubung, serta sejumlah ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, taman dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti lapangan padel, lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis, jalur pedestrian, amfiteater, hingga ruang terbuka untuk kegiatan komunitas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap keberadaan taman tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga ruang aktivitas sosial dan olahraga bagi masyarakat. Kehadiran ruang terbuka hijau ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas lingkungan perkotaan sekaligus menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga Jakarta.


Patung Fatmawati di Taman Bendera Pusaka/Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah, 

“Tujuan utamanya adalah membuka ruang terbuka hijau dan tempat untuk berwisata dan sekaligus memberikan kesempatan bagi warga Jakarta untuk menggunakan tempat ini, yang luasnya 5,6 hektare, jogging tracknya 1,2 kilometer,” tambahnya.

Masyarakat dapat menikmati beragam fasilitas Taman Bendera Pusaka mulai Minggu, 15 Maret 2026 yang akan beroperasional selama 24 jam dengan pengawasan kamera pengawas (CCTV) untuk menjaga keamanan pengunjung. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)