Rob Berpotensi Meningkat di Pantura Jateng, Waspada Banjir

Selain gelombang tinggi, Air laut pasang (rob) membanjiri kawasan pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Sabtu (23/5). (MI/AS)

Rob Berpotensi Meningkat di Pantura Jateng, Waspada Banjir

Media Indonesia • 2 June 2026 11:22

Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut air laut pasang (rob) di perairan utara (Pantura) berpotensi meningkat, pada Selasa, 2 Juni 2026. Sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.

Gelombang di Pantura Jawa Tengah cukup landai berkisar 0,1-1 meter, namun air laut pasang (rob) kembali naik dengan ketinggian berkisar 0,9 meter pukul 09.00-14.00 WIB. Sehingga berdampak banjir, yang merendam sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

"Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura akibat rob kembali meningkat pada Selasa, 2 Juni 2026, bahkan diperkirakan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Herbuana Yoga W, Selasa, 2 Juni 2026.

Herbuana melanjutkan, banjir akibat rob tidak hanya berpotensi merendam desa-desa di kawasan pesisir dengan ketinggian bervariasi, tetapi juga mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam.

Cuaca di Jawa Tengah Mulai Memasuki Kemarau

Sementara itu, prakiraan cuaca di Jawa Tengah, pada pagi hingga siang umumnya cerah berawan. Namun memasuki sore hingga awal malam berawan dan hujan ringan berpeluang mengguyur kawasan pegunungan dan dataran tinggi seperti Gunung Slamet, Dieng, Sumbing dan Sindoro.


Cuaca pagi cerah berawan terlihat di Gunung Sindoro terpantau dari Sigandul, Parakan, Kabupaten Temanggung, namun hujan ringan berpeluang mengguyur pada sore-awal malam. (MI/AS) 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Haritz Syahid Hakim mengatakan cuaca di Jawa Tengah sepanjang hari Selasa, 2 Juni 2026, pada umumnya cerah berawan. Meskipun, kata dia, hujan ringan berpeluang mengguyur di kawasan pegunungan dan dataran tinggi pada sore-awal malam.

"Hujan sudah jauh berkurang hingga tiga hari kedepan, bahkan belasan daerah di Jawa Tengah mulai memasuki awal kemarau, sehingga diminta waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar Haritz.

Menurut Haritz, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-34 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar 50-95 persen.

"Udara terasa lebih panas pada siang hari tetapi lebih dingin pada malam hari," jelas dia. (MI/AS)

(Lukman Diah Sari)