Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. MCH 2026.
Kemenhaj Dorong Peningkatan Layanan Haji Tahun Depan
Ficky Ramadhan • 7 June 2026 20:02
Jakarta: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menilai pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut keberhasilan itu lahir dari sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
"Penyelenggaraan haji tahun ini tidak mudah. Jemaah kita datang dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam latar belakang dan keberagaman. Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik," kata Menhaj dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah tidak mungkin menjalankan seluruh proses layanan haji tanpa dukungan para pemangku kepentingan. Ia juga berharap adanya peningkatan layanan pada musim haji mendatang.
"Kemenhaj tidak berdiri sendiri. Kami membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Saya mengapresiasi seluruh stakeholder yang sudah bekerja keras dalam menyelenggarakan haji tahun ini," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Amirul Hajj Ilfi Nurdiana menyampaikan sepuluh rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan haji pada tahun mendatang. Rekomendasi pertama menitikberatkan pada peningkatan layanan di Mina, terutama terkait kapasitas tenda dan penyediaan ruang privasi bagi jemaah perempuan.
"Kedua, peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pra dan pasca-Armuzna. Perlu ada penegasan kepada syarikah penyedia transportasi agar bus datang lebih awal. Syarikah yang terlambat juga perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya," kata Ilfi.
Ia juga mendorong percepatan operasional bus shalawat setelah Armuzna agar jemaah lebih mudah melaksanakan tawaf ifadah dan tawaf wada. Keempat, merekomendasikan efisiensi layanan berbasis kedekatan hotel dengan Masjidil Haram.
"Kami menilai, meskipun biaya hotel lebih tinggi, penempatan hotel yang dekat dengan Haram dapat mengurangi kebutuhan transportasi dan meningkatkan kenyamanan jemaah," kata Ilfi.
Selain itu, Ilfi mengusulkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri untuk kebutuhan katering jemaah melalui dapur Indonesia maupun impor bahan pangan dari Tanah Air. Selain itu, juga peningkatan pelatihan bagi petugas kloter dan petugas daerah agar kualitas layanan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan standar layanan petugas berdasarkan tugas masing-masing. Termasuk penambahan pembimbing ibadah laki-laki.
"Poin delapan, penguatan diplomasi layanan kesehatan dan akomodasi Armuzna, terutama peningkatan fasilitas tenda, penambahan jumlah toilet bagi perempuan dan lansia, serta izin safari wukuf bagi jemaah yang sakit parah," tambahnya.
Dalam rekomendasi lainnya, Ilfi mendorong penerapan layanan haji yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik melalui penyediaan tumbler dan dispenser air minum di kawasan Armuzna. Terakhir, perlu layanan jasa dorong yang terintegrasi, nyaman, dan aman bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga
"Selain itu, perlu dikaji kemungkinan dibukanya Bandara Taif. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, perlu melakukan feasibility study atau kajian kelayakan," pungkasnya.