Pemilik Minyak Bunda (Minda), Winda. Dok: Metro TV.
Winda Tawarkan Minyak Bawang Jadi Bisnis Beromzet Ratusan Juta di JJN Season 5
Putri Purnama Sari • 2 June 2026 16:08
Jakarta: Peserta ketiga dalam ajang Juragan Jaman Now Season 5, Winda Oktarina, berhasil menarik perhatian para panelis melalui bisnis yang diberi nama Minda, Minyak Andalan Bunda.
Produk ini hadir sebagai solusi bagi para ibu rumah tangga yang ingin memasak lebih cepat tanpa harus repot mengupas dan mengolah bawang terlebih dahulu. Dalam sesi presentasinya, Winda memperkenalkan produk unggulan berupa minyak berbumbu yang terinspirasi dari resep minyak baceman bawang yang biasa digunakan para chef profesional.
"Masak jadi lebih cepat dan bisa menghemat waktu hingga 3 menit. Karena kerepotan mengurus anak sendiri tanpa ART, founder menemukan resep praktis untuk masak enak, masak cepat, yang biasa digunakan oleh chef bintang lima dengan minyak maceman bawang masak auto nikmat, hemat waktu, hemat minyak, dan hemat bawang," ujar Winda, dalam program Juragan Jaman Now Metro TV, yang dikutip Selasa, 2 Juni 2026.
Berawal dari Modal Rp50 Ribu, Kini Omzet Capai Rp150 Juta

Dok: Metro TV
Di hadapan para panelis, Winda mengungkapkan bahwa ide bisnis Minda lahir dari kebutuhan pribadinya sebagai ibu rumah tangga. Ia mengaku awalnya hanya mencoba resep minyak baceman bawang yang ditemukannya di media sosial.
"Jadi saya dapat ide dan nemu resep di sosial media untuk bikin minyak baceman bawang. Minyak baceman bawang ini setelah saya menggunakan untuk diri saya sendiri ternyata saya sangat terbantu. Dan saya mulai iseng posting di sosial media saya gitu. Ternyata setelah saya posting banyak yang tertarik," lanjutnya.
Perjalanan bisnis tersebut berkembang pesat. Dengan modal awal yang relatif kecil, kini Minda telah mencatatkan omzet yang cukup menjanjikan.
"Dari Rp50.000 waktu itu modal saya sekarang omzet mencapai 150 juta alhamdulillah," ungkapnya.
Saat ini produk Minda telah dipasarkan melalui swalayan regional, distributor, reseller, hingga marketplace online. Produk yang ditawarkan meliputi minyak bawang putih, minyak bawang merah, minyak cabai, minyak ayam bawang, minyak wijen sangrai, dan bawang goreng premium.
Baca Juga :
Tampil di JJN Season 5, Loves Semprong Raih Predikat Terjuragan dan Dilirik Reino Barack
Permintaan Terus Meningkat, Distribusi Mulai Meluas
Winda menjelaskan bahwa produk Minda telah memiliki pasar yang cukup kuat di wilayah Sumatera Barat dan Riau. Bahkan, distribusi kini mulai merambah ke Sumatera Utara. Menurutnya, permintaan pasar saat ini masih lebih besar dibandingkan kapasitas produksi yang dimiliki."Saat ini kita sudah distribusi merata di Sumbar Riau. Alhamdulillah kita mulai distribusi ke Sumatera Utara dan kita mulai coba ke luar daerah tapi saat ini kita masih keterbatasan dengan sarana dan prasarana," lanjutnya.
Ajukan Investasi Rp100 Juta untuk Tambah Kapasitas Produksi
Dalam kesempatan tersebut, Winda menawarkan investasi sebesar Rp100 juta untuk 10 persen saham perusahaan. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi."Kalau saat sekarang 100 juta itu kita gunakan untuk menambah tempat produksi," jelas Winda.
Selain itu, ia juga mengungkapkan mimpi jangka panjang untuk membangun pabrik dan memperluas distribusi produk ke seluruh Indonesia.
"Saya punya mimpi yang besar gimana caranya produk saya ini bisa didistribusikan seluruh Indonesia. Setelah saya menghitung saya punya mimpi dalam 2 tahun kita bakal mengumpulkan dana 2 miliar," tambahnya.
Mentor dan Panelis Soroti Valuasi Bisnis
Mentor Tom MC Ifle memberikan penilaian positif terhadap karakter dan kemampuan Winda dalam menjalankan usaha."Jadi kalau bisa lihat dari profil, profil dari Minda ini, beliau adalah orang yang menurut saya cukup maju dan bertanggung jawab dalam mengelola bisnis," kata Tom.
Meski demikian, para panelis juga menyoroti rencana pendanaan dan valuasi bisnis yang diajukan. Rex Marindo mempertanyakan perbedaan kebutuhan dana yang awalnya Rp100 juta namun kemudian muncul rencana investasi hingga Rp1 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Tom MC Ifle menjelaskan bahwa kebutuhan saat ini lebih difokuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar keamanan pangan.
"Jadi beliau ini punya business plan dalam 2 tahun ke depan punya rencana besar untuk ngumpulin uang membuka pabrik untuk distribusi yang lebih luas. Tapi kalau melihat valuasinya hari ini minta 1 miliar sudah pasti nggak masuk akal," lanjutnya.
Menurut Tom, langkah yang lebih realistis saat ini adalah memperkuat fondasi bisnis terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi besar-besaran.
Irwan Mussry Sarankan Fokus Perkuat Pasar yang Sudah Dikuasai
Panelis Irwan Mussry juga memberikan masukan agar Minda lebih fokus memperkuat wilayah distribusi yang telah berhasil dikuasai sebelum melakukan ekspansi ke daerah baru."Di sini kalau melihat market yang dikuasai dulu sekarang sebelum kita melebar itu mungkin akan lebih make sense," ujar Irwan Mussry.
Ia menilai investor akan lebih tertarik apabila perusahaan mampu menunjukkan dominasi yang kuat di pasar yang telah dimasuki.
"Saya hanya ingin meng-underline di sini, investor akan melihat juga ke situ sebelum planning untuk berkembang ke yang lain," tambahnya.
Meski mendapat sejumlah masukan terkait strategi bisnis dan ekspansi, perjalanan Winda bersama Minda menunjukkan bagaimana sebuah ide sederhana yang lahir dari kebutuhan sehari-hari dapat berkembang menjadi bisnis dengan omzet ratusan juta rupiah dan potensi pasar yang terus tumbuh.