Trump Kesal Disebut Stok Amunisi Perang Terhadap Iran Berkurang Banyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Kesal Disebut Stok Amunisi Perang Terhadap Iran Berkurang Banyak

Fajar Nugraha • 6 August 2026 16:51

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan bahwa AS menghadapi kekurangan amunisi vital.

Dirinya menegaskan bahwa negara tersebut memiliki persediaan yang melimpah dan memperingatkan bahwa pihak-pihak yang membocorkan klaim semacam itu akan menghadapi tuntutan hukum.

"AS memiliki jumlah 'amunisi' yang sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 6 Agustus 2026.

"Selain itu, jumlah besar sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik terbanyak dalam sejarah negara kita,” sebut Trump.

"Para 'pembocor' pernyataan yang mengkhianati negara ini sedang diburu," tambah Trump.

"Hukuman penjara jangka panjang akan dituntut!,” jelas Trump.

Pernyataan ini muncul setelah sejumlah media AS melaporkan bahwa menipisnya stok rudal pencegat (interceptor) menjadi salah satu faktor dalam keputusan pemerintah untuk menunda serangan tambahan terhadap Iran.

Menurut Washington Post, Trump menegur Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat kabinet pekan lalu di Camp David, Maryland, terkait kekurangan amunisi parah yang membatasi opsi militer terhadap Iran.

Gedung Putih dan Pentagon membantah laporan tersebut.

(Fajar Nugraha)