Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu
Iran Perketat Kontrol Selat Hormuz, Kapal Musuh Wajib Kantongi Izin
Muhammad Reyhansyah • 12 August 2026 08:52
Teheran: Parlemen Iran tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang akan membatasi kapal militer dan komersial dari negara-negara yang dianggap musuh untuk memasuki kawasan Teluk tanpa izin Teheran.
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ibrahim Azizi mengatakan, rancangan tersebut akan memperkuat kewenangan Iran atas Selat Hormuz dan kawasan Teluk.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, kapal militer maupun komersial milik negara yang dianggap "musuh" tidak akan diizinkan memasuki Teluk tanpa persetujuan Iran berdasarkan aturan tersebut.
“Rancangan ini sebagai salah satu undang-undang paling penting dan maju yang disiapkan Iran sejak nasionalisasi industri minyak negara,” kata Azizi, dikutip dari Anadolu, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pada 9 Agustus, juru bicara komite Hassan Ghashghavi mengatakan komitenya telah menyetujui rancangan undang-undang yang bertujuan meningkatkan keamanan Selat Hormuz dan kawasan Teluk serta mendorong pembangunan berkelanjutan di kedua wilayah tersebut.
Rencana tersebut muncul ketika ketegangan di kawasan masih berlangsung sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Teheran dan Washington hingga kini belum mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konflik.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran juga masih mengganggu jalur perdagangan energi global, mengingat perairan tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.