Sampah Plastik dari Pesawat Citilink Bakal Masuk Ekosistem Daur Ulang

Sampah plastik dari pesawat Citilink bakal masuk ekosistem daur ulang. Foto: dok Aqua-Citilink.

Sampah Plastik dari Pesawat Citilink Bakal Masuk Ekosistem Daur Ulang

Ade Hapsari Lestarini • 24 August 2026 18:14

Bali: AQUA dan Citilink memperkuat kolaborasi Semangat Gerak melalui inisiatif pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan. Sampah plastik yang terkumpul selama penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke ekosistem daur ulang untuk dimanfaatkan kembali sebagai material bernilai ekonomi.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus menghubungkan sektor transportasi udara dengan ekosistem pengelolaan dan daur ulang sampah. Bali menjadi salah satu rute yang akan digunakan sebagai pilot project inisiatif tersebut.

"Di AQUA, kami percaya mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Melalui Semangat Gerak, kami ingin menunjukkan kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular. Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra dan komunitas lokal," ujar CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.

AQUA telah mengembangkan inisiatif pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993, yang kemudian diperkuat melalui gerakan #BijakBerplastik pada 2018. Saat ini, perseroan bersama para mitra mengembangkan ekosistem pengumpulan dan daur ulang yang mencakup bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST, dan TPS3R di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui ekosistem tersebut, AQUA bersama para mitranya mengumpulkan lebih dari 51 ribu ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi, termasuk sebagai bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.


CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier (kanan). Foto: dok Danone Indonesia.
 

 

Ekosistem daur ulang di Bali


Di Bali, AQUA juga mengembangkan ekosistem daur ulang yang mencakup inovasi kemasan, penguatan sistem pengumpulan, dan edukasi masyarakat.

Bekerja sama dengan berbagai mitra dan komunitas lokal, AQUA turut mengembangkan kawasan Sanur melalui penempatan model bisnis isi ulang untuk membantu mengurangi timbulan sampah kemasan, penyediaan tempat sampah terpilah atau dropbox, serta Reverse Vending Machine (RVM) untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.

Bagi Citilink, kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan layanan penerbangan yang nyaman sekaligus lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan AQUA, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui tindakan nyata," tambah Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro.

Melalui Semangat Gerak, AQUA dan Citilink berharap kemitraan tersebut dapat menjadi platform jangka panjang untuk mendorong gaya hidup aktif, sehat, dan bertanggung jawab.

Sebelumnya, kedua perusahaan juga meluncurkan livery khusus pada pesawat Citilink sebagai simbol ajakan untuk terus bergerak aktif. Selain itu, keduanya menghadirkan Flomiland, instalasi interaktif bagi keluarga di Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebagai ruang pengalaman yang memperkenalkan pesan hidrasi sehat dan gaya hidup aktif kepada masyarakat.

(Ade Hapsari Lestarini)