Pelajar SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (5/1/2026), mengikuti proses belajar mengajar di tenda pascabanjir. ANTARA/M Haris SA
Belajar dari Tenda, Siswa di Pidie Mulai Kembali Bersekolah Hari Ini
Whisnu Mardiansyah • 5 January 2026 11:19
Pidie: Puluhan pelajar SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di dalam tenda darurat. Kondisi itu terjadi karena sekolah mereka hingga kini masih tertimbun lumpur setinggi dua meter akibat banjir bandang.
Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, M Diah, menjelaskan sekolah belum dapat digunakan sehingga kegiatan dipindahkan ke tenda. “Mulai hari ini anak-anak bersekolah. Proses belajar mengajar berlangsung di tenda, termasuk aktivitas administrasi sekolah, juga di tenda dengan kondisi seadanya,” kata M Diah di Pidie Jaya seperti dilansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.
Para siswa datang ke lokasi dengan pakaian biasa. Hanya sedikit yang masih bisa mengenakan seragam putih-abu-abu. Hampir semua siswa datang tanpa membawa peralatan dan perlengkapan belajar karena barang-barang mereka hanyut atau rusak akibat banjir.
Sebelum memulai kegiatan belajar, siswa, guru, dan tenaga pendidik mengikuti upacara bendera dengan pembina Wakapolres Pidie Jaya, Kompol Iswahyudi. SMA Negeri 2 Meureudu memiliki 271 peserta didik dan 55 tenaga pendidik. Hampir semuanya terdampak langsung bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
M Diah menyebut pihak sekolah tidak memaksakan kehadiran siswa karena mereka juga menjadi korban bencana. “Kami juga sudah menyampaikan kepada pelajar bahwa proses belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. Mungkin, tidak semua anak-anak mengetahuinya karena alat komunikasi mereka juga rusak akibat banjir,” katanya.
Sekolah menerapkan kebijakan khusus dengan membebaskan siswa mengenakan pakaian selain seragam. “Begitu juga dengan seragam, pihak sekolah juga membebaskan mereka mengenakan pakaian selain seragam sekolah. Apalagi sebagian besar dari mereka rumahnya terdampak banjir seperti ada yang hilang dan tertimbun lumpur,” jelas M Diah.
Ia menambahkan, hampir seluruh siswa kehilangan seragam serta peralatan belajar. “Semua hilang dan tidak dapat digunakan karena banjir,” katanya.
Salah seorang siswa, Nasyila Fonna dari Kelas 10A, mengungkapkan perasaannya. Ia bersekolah setelah menerima pemberitahuan dari guru, dengan pakaian biasa dan tanpa membawa alat belajar. “Seragam maupun alat belajar semuanya tidak bisa digunakan lagi akibat banjir. Saya berharap aktivitas di sekolah bisa segera kembali berjalan normal seperti biasa karena tidak ingin tertinggal dalam mengikuti pembelajaran,” kata Nasyila Fonna.

Pelajar SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, membersihkan foto Presiden RI Prabowo Subianto di ruang kelas sekolah di Pidie Jaya, Senin (5/1/2026). ANTARA/M Haris SA