Kemenkes Minta Relawan Gempa NTT Utamakan Keselamatan Diri

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melepas langsung 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Foto: ANTARA/HO - Kemenkes.

Kemenkes Minta Relawan Gempa NTT Utamakan Keselamatan Diri

Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 10:54

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk merespons krisis kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para relawan diminta menjaga kesehatan saat penanganan korban.

"Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha saat melepas para relawan, dilansir Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
 


Kunta menitipkan tiga arahan penting kepada para personel medis yang bertugas. Pertama, relawan harus fokus mengidentifikasi dan menyelesaikan krisis medis di lapangan. 

Kedua, seluruh elemen wajib bekerja sebagai tim yang solid tanpa sekat institusi. Ketiga, relawan diminta untuk tidak mengabaikan keselamatan dan kondisi fisik diri sendiri.

Para relawan TCK ini akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah terdampak paling parah. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus 2026, gempa yang terjadi pada 15 Agustus tersebut berdampak pada 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Bencana ini mengakibatkan 91 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, 161.874 warga mengungsi, serta memicu kelumpuhan sejumlah fasilitas kesehatan setempat.


Petugas kesehatan bersiap memindahkan warga terdampak gempa bumi yang sakit dari lokasi pengungsian Gelora Samador ke RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto: ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Agus Jamaludin merincikan, 128 relawan yang diberangkatkan terdiri atas dokter umum, perawat, bidan, tenaga farmasi, hingga dokter spesialis seperti penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi. Penugasan mereka juga didukung oleh 78 dokter internsip yang telah bersiaga di Pulau Flores.

"Kehadiran TCK diharapkan mampu memperkuat tenaga kesehatan daerah yang telah bekerja sejak awal bencana, sekaligus menjaga kesinambungan layanan esensial hingga kapasitas kesehatan daerah pulih sepenuhnya," ujar Agus.

(Fachri Audhia Hafiez)