Tantangan Industri Asuransi Jiwa Makin Kompleks, Ini Strateginya

Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming. Foto: dok BRI Life.

Tantangan Industri Asuransi Jiwa Makin Kompleks, Ini Strateginya

Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 11:42

Jakarta: Industri asuransi jiwa menghadapi tantangan untuk mempertahankan kinerja bisnis di tengah dinamika ekonomi dan pasar yang semakin kompleks. Kondisi tersebut mendorong perusahaan asuransi memperkuat kinerja keuangan, tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam menilai kinerja perusahaan asuransi jiwa adalah kemampuan menjaga performa secara berkelanjutan. Hal tersebut antara lain tercermin dari penilaian dalam ajang 27th Infobank Insurance Award 2026.

Dalam ajang tersebut, PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memperoleh dua penghargaan, yakni The Excellent Performance Life Insurance Company 2026 (Based on Financial Performance 2025) dan Life Insurance with Consistent Excellent Performance for 15 Consecutive Years (2012–2026).

Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk mempertahankan kinerja di tengah perubahan industri.

"Kami mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada BRI Life melalui 27th Infobank Insurance Award 2026. Pengakuan ini menjadi bukti atas konsistensi BRI Life dalam menjaga kinerja perusahaan sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat," ujar Chet Ming, dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut dia, kemampuan mempertahankan kinerja dalam jangka panjang membutuhkan kepemimpinan yang adaptif serta pengambilan keputusan yang didukung data.

"Di tengah kondisi industri yang semakin dinamis, kami meyakini kepemimpinan yang adaptif dan pengambilan keputusan berbasis data serta critical thinking menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis," kata dia.

Ia menambahkan pencapaian kinerja perusahaan juga tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia, kepercayaan nasabah, serta sinergi dengan ekosistem BRI Group.
 




Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming. Foto: dok BRI Life.
 

Kinerja dan tata kelola menjadi perhatian


Dalam 27th Infobank Insurance Award 2026, penilaian terhadap perusahaan asuransi jiwa mencakup sejumlah indikator kinerja keuangan dan kesehatan perusahaan.

Sebanyak 11 kriteria digunakan dalam penilaian, antara lain Risk Based Capital (RBC), likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan pendapatan jasa asuransi, pertumbuhan laba bersih, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, serta beban asuransi terhadap pendapatan asuransi.

Penilaian juga mencakup laba rugi setelah pajak dibandingkan dengan rata-rata modal sendiri, laba rugi sebelum pajak terhadap rata-rata aset, hasil investasi terhadap investasi, serta pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri.

Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis asuransi tidak hanya bergantung pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga kesehatan keuangan, kecukupan modal, investasi, dan efisiensi operasional.

Bagi perusahaan asuransi, kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan perlindungan masyarakat dan perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan.

Chet Ming mengatakan BRI Life akan melanjutkan transformasi melalui pengembangan produk dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan nasabah.

Transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, penguatan tata kelola, serta pengelolaan risiko disebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

"Penghargaan ini akan menjadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kepercayaan nasabah," ujar dia.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Leadership Mastery Forum 2026 yang mengusung tema Leadership and Critical Thinking to Face Uncertainty. Forum tersebut membahas strategi kepemimpinan dan ketahanan bisnis dalam menghadapi dinamika pasar global.

Dengan kondisi industri yang terus berubah, kemampuan perusahaan asuransi menjaga kesehatan keuangan sekaligus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan nasabah menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan bisnis.

(Ade Hapsari Lestarini)