Indonesia Gaungkan Semangat #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana (tengah) meresmikan Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2026. Foto: Istimewa.

Indonesia Gaungkan Semangat #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026

Anggi Tondi Martaon • 4 March 2026 05:40

Jakarta: Indonesia menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dunia. Hal itu dilakukan melalui kampanye #GoBeyondOrdinary pada ITB Berlin 2026, pameran pariwisata B2B terbesar dan paling berpengaruh secara global. 

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana meresmikan Paviliun Indonesia di Messe Berlin. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian promosi yang menampilkan kekayaan alam, budaya, dan inovasi pariwisata Tanah Air. 

“Indonesia hadir bukan hanya untuk terlihat, tetapi untuk menunjukkan kualitas dan karakter pariwisata yang semakin matang,” ujar Widyanti melalui keterangan tertulis, Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Widyanti menekankan bahwa kampanye #GoBeyondOrdinary merupakan refleksi dari program unggulan Quality Tourism yang menempatkan inklusivitas dan keberlanjutan sebagai pilar utama. 

“Wisata Indonesia harus memberikan pengalaman yang menyentuh manusia secara personal—melalui interaksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, dan tradisi autentik di setiap destinasi," ungkap Widyanti.

Menurut Widyanti, pendekatan tersebut menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah perubahan preferensi wisatawan global.

Paviliun Indonesia tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam lima tahun terakhir, menempati area 441 meter persegi di Hall 26, Booth Nomor 111. 

Sebanyak 106 pelaku industri dari 14 provinsi berpartisipasi, mulai dari penyedia akomodasi, Destination Management Companies (DMC), agen perjalanan, desa wisata, hingga penyedia layanan pariwisata lainnya. 

Produk unggulan yang ditampilkan mencakup wisata bahari, gastronomi, wellness, wastra Nusantara, serta paket wisata ramah Muslim yang semakin diminati pasar internasional.

Widyanti memberikan apresiasi khusus kepada para pelaku industri yang hadir. “Partisipasi Anda adalah bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh melalui kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan ITB Berlin sebagai ruang strategis untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkenalkan produk wisata yang relevan dengan kebutuhan wisatawan dari Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika.

Kementerian Pariwisata menargetkan 580.000–630.000 potensi transaksi wisata (pax) dengan estimasi nilai devisa mencapai Rp15–16,6 triliun dari partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026. Target ini mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional. 

Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana saat menghadiri pameran wisata terbesar di dunia ITB Berlin 2026. Foto: Istimewa.

“Kami percaya bahwa kontribusi pariwisata terhadap ekonomi Indonesia akan terus meningkat, terutama jika kita mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan sebagai fondasi utama,” kata Widyanti.

Selain agenda utama di ITB Berlin, Widyanti dijadwalkan mengunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI), pusat kegiatan budaya yang dikelola KBRI Berlin. Kunjungan ini bertujuan memperkuat diplomasi budaya dan memperluas jangkauan promosi Indonesia melalui seni, pertunjukan, dan interaksi masyarakat. 

“Budaya adalah jembatan yang menghubungkan bangsa. Melalui RBI, kami ingin memperlihatkan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi, tetapi pengalaman yang hidup,” ujar Widyanti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)