Perang AS-Iran Picu Kenaikan BBM, Pemerintah Siapkan Antisipasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Perang AS-Iran Picu Kenaikan BBM, Pemerintah Siapkan Antisipasi

Eko Nordiansyah • 2 March 2026 15:05

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Dampak tersebut terutama dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz.

Penutupan jalur penting itu dinilai dapat mengerek harga minyak mentah global yang pada akhirnya berimbas pada harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Otomatis (BBM) akan naik, sama seperti saat perang Ukraina, kan naik. Tetapi, kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, tekanan harga masih bisa tertahan karena suplai minyak dari AS meningkat serta Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) turut menambah kapasitas produksi.

Baca Juga :

Harga Minyak Melonjak 13% Setelah Serangan AS-Israel di Iran



(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Suplai minyak dari luar Kawasan Timur Tengah

Pemerintah memiliki antisipasi potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah setelah menjalin nota kesepahaman (MoU) untuk memperoleh suplai minyak dari luar kawasan tersebut.

Salah satunya melalui langkah PT Pertamina (Persero) yang menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi asal AS.

"Pemerintah sudah punya MoU untuk mendapatkan suplai dari non-Middle East. Misalnya, kemarin Pertamina sudah bikin MoU dengan Amerika, beberapa dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain-lain," kata Airlangga.

Adapun Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pada hari yang sama, AS bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan bangunan dan korban sipil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)