Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Capai Rp80 Triliun per Tahun

Ilustrasi jemaah haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.

Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Capai Rp80 Triliun per Tahun

Fachri Audhia Hafiez • 7 July 2026 10:13

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) terus memperkuat ekosistem ekonomi haji. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi ekonomi sektor haji dan umrah yang diperkirakan menembus angka Rp80 triliun setiap tahunnya.

"Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan upaya untuk memastikan penyelenggaraan haji tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan keterlibatan produk, jasa, dan pelaku usaha dalam negeri," kata Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
 


Pemerintah tengah menggenjot berbagai program strategis dari hulu ke hilir untuk memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa fokus utama meliputi penguatan rantai pasok, perluasan ekspor produk lokal ke Arab Saudi, hingga pengembangan investasi di sektor pendukung.

Saat ini, penetrasi produk Indonesia untuk kebutuhan jemaah terus meningkat. Pemerintah tercatat telah mendorong ekspor lebih dari 300 ton bumbu Nusantara (28 jenis bumbu) serta menyediakan sekitar 3,1 juta paket makanan siap saji bagi jemaah di tanah suci.

Selain sektor pangan, Ditjen PE2HU mengoptimalkan penerbangan kosong (empty flight) guna mendukung kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke Indonesia. Program kolaboratif ini tercatat telah melayani 1.723 penumpang dan akan terus dikembangkan.


Ilustrasi jemaah haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.

Penguatan sistem pengadaan digital melalui Platform Ekonomi Haji juga ikut dibangun. Hal ini demi memperluas akses pelaku usaha dalam negeri. 

Kebijakan ini ditargetkan mampu membuka peluang keterlibatan pengusaha nasional hingga mencapai 30 sampai 40 persen dalam rantai nilai haji dan umrah. Sinergi antarlini dinilai menjadi faktor penentu utama keberhasilan program jangka panjang ini.

“Ekosistem ekonomi haji tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Jaenal.

(Fachri Audhia Hafiez)