Presiden Prabowo Unjuk Proyek Surya 100 GW di Sesi Pleno KTT ASEAN

Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Foto: ASEAN

Presiden Prabowo Unjuk Proyek Surya 100 GW di Sesi Pleno KTT ASEAN

Dimas Chairullah • 8 May 2026 15:19

Cebu: Di hadapan para pemimpin negara Asia Tenggara pada Sesi Pleno KTT  ke-48 ASEAN, Jumat, 8 Mei 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras mengenai ancaman krisis energi global. 

Sebagai respons, Prabowo memaparkan ambisi besar Indonesia dalam melakukan transisi energi secara masif dan cepat.

Dalam pidatonya di Cebu, Filipina, Prabowo menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik saat ini telah memicu gangguan berkepanjangan di sepanjang rute perdagangan global utama. 

Situasi ini memberikan tekanan yang sangat tinggi pada pasokan dan ketahanan energi di negara-negara kawasan, sebuah tekanan yang diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat.

"ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan berwawasan ke depan yang jelas. Ini berarti kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kita harus siap menghadapi skenario terburuk," tegas Prabowo memperingatkan para pemimpin ASEAN.

Menghadapi tantangan tersebut, Prabowo mendesak agar arsitektur energi regional segera dirombak. Menurutnya, diversifikasi ke sumber energi terbarukan kini bukan lagi sekadar pilihan atau opsi tambahan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak yang sangat vital untuk menjamin keberlangsungan ekonomi negara.

Sebagai wujud komitmen nyata dan kepemimpinan di kawasan, Prabowo lantas memamerkan serangkaian langkah konkret yang tengah dikebut oleh Pemerintah Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak tinggal diam dan terus memacu pengembangan berbagai alternatif sumber energi bersih demi melepaskan ketergantungan dari energi fosil konvensional.

"Kami sedang mengupayakan alternatif, energi terbarukan, penggunaan bioenergi, juga mendorong secara masif penggunaan kendaraan listrik," papar Presiden Prabowo.

Lebih mengejutkan lagi, Presiden mengumumkan sebuah target pembangunan infrastruktur berskala raksasa. "Kami sedang membangun program energi surya 100 gigawatt (GW) yang sangat ambisius, yang ingin kami selesaikan dalam waktu tiga tahun ke depan," ungkap Presiden Prabowo.

Di akhir pemaparannya, Presiden mengajak seluruh anggota ASEAN untuk tidak menyerah pada keuntungan jangka pendek yang ditawarkan oleh energi fosil, melainkan berinvestasi pada ketahanan jangka panjang.

Langkah kolaboratif dan progresif di sektor energi ini dinilai esensial untuk memastikan ASEAN tetap menjadi zona perdamaian dan kemakmuran yang mandiri di tengah dunia yang makin terpolarisasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)