Iklim investasi di Bontang, Kalimantan Timur bergairah. Foto: dok DPMPTSP Kaltim.
Bontang Makin Dilirik Investor, Ratusan Izin Usaha Baru Terbit dalam 4 Bulan
Ade Hapsari Lestarini • 11 May 2026 14:32
Bontang: Transformasi ekonomi dan kemudahan perizinan yang digalakkan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil manis. Di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya, tercatat iklim investasi bagi para investor pada awal 2026 menunjukkan data signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari dasbor Online Single Submission (OSS), tercatat sebanyak 657 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru telah diterbitkan dalam periode 1 Januari hingga 30 April 2026.
Angka ini menjadi sinyal kuat iklim investasi di Kota Bontang tetap bergairah, khususnya pada sektor riil. Hal menarik dari data perizinan kali ini adalah dominasi luar biasa dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang mencapai 99,7 persen dari total perizinan.
"Fenomena ini menunjukkan adanya demokratisasi ekonomi di tengah masyarakat Bontang," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.
Masyarakat kini tidak lagi hanya bergantung pada industri berat skala besar. Tetapi aktif menciptakan lapangan kerja mandiri melalui sektor jasa, kuliner, hingga perdagangan kreatif. Sementara sektor non-UMK tetap hadir memperkuat fondasi industri dengan porsi 0,3 persen.

Iklim investasi di Bontang, Kalimantan Timur bergairah. Foto: dok DPMPTSP Kaltim.
Iklim investasi Bontang
Aspian Nur menegaskan, lonjakan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menunjukkan kepercayaan publik terhadap iklim investasi di Bontang berada di level tertinggi.
"Kami telah memangkas sekat birokrasi melalui sistem OSS agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman. Kami adalah rumah yang siap menyambut investor dengan karpet merah," jelas dia.
Pemerintah Kota Bontang kini menerapkan sistem perizinan berbasis risiko untuk memberikan kepastian hukum dan efisiensi birokrasi. Berikut adalah rincian profil proyek yang masuk di awal 2026:
- Risiko Rendah: 63,2 persen (Pelaku usaha bisa langsung beroperasi setelah NIB terbit).
- Risiko Menengah Rendah: 20,7 persen.
- Risiko Menengah Tinggi: 12,5 persen.
- Risiko Tinggi: 3,7 persen (Tetap menarik bagi industri strategis dengan pengawasan ketat).
Sedangkan dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih memegang kendali utama dengan angka fantastis 99,7 persen.
Tandanya, pengusaha lokal melihat Bontang sebagai ladang subur untuk mengintegrasikan bisnis mereka dengan industri manufaktur yang sudah mapan. Sisanya, sebesar 0,3 persen. berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Dengan posisi geografis yang strategis sebagai kota pelabuhan dan gerbang logistik di wilayah tengah Indonesia, Bontang diprediksi akan terus mengalami gelombang investasi hingga akhir tahun.
"Apalagi, pemerintah daerah berencana meluncurkan program insentif pajak dan kemudahan modal bagi pemilik NIB baru," tutur Aspian Nur.