Pendakian Gunung Sibayak Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Wisatawan sedang melintas di jalur pendakian Gunung Sibayak. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Pendakian Gunung Sibayak Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Silvana Febiari • 14 October 2026 15:09

Karo: Jalur pendakian Gunung Sibayak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ditutup sementara mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem dan penataan jalur pendakian.  

Kepala UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Faisal Simangunsong mengatakan informasi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan disampaikan melalui pemberitahuan resmi. 

"Pembukaan kembali akan mempertimbangkan hasil kegiatan pemulihan ekosistem serta kesiapan aksesibilitas jalur pendakian," kata Faisal, dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026. 


Penutupan tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatra Utara melalui UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Meski demikian, surat edaran tersebut belum merinci bentuk kegiatan pemulihan ekosistem, lokasi pekerjaan, maupun jenis penataan jalur yang akan dilaksanakan selama masa penutupan.

Gunung Sibayak merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Karo yang menarik minat pendaki dan wisatawan. Sebagai bagian dari kawasan konservasi Tahura Bukit Barisan, pengelolaan kawasan tersebut membutuhkan keseimbangan antara aktivitas wisata dan perlindungan lingkungan. 

Penutupan sementara ini diharapkan mendukung pemulihan lingkungan dan penataan jalur pendakian. Dengan demikian, kelestarian kawasan tetap terjaga dan jalur pendakian lebih siap saat dibuka kembali.


Gunung Sibayak. (Dokumentasi/ WIkipedia)


Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi pengelola pendakian Gunung Api Sibayak, @gunungsibayakofficial, kebijakan itu berlaku bagi seluruh calon pendaki, masyarakat, pengunjung wisata, dan pihak terkait selama periode penutupan.  

Penutupan sementara dilakukan untuk memulihkan ekosistem sekaligus menata dan meningkatkan aksesibilitas jalur pendakian. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas jalur sebelum kembali dibuka untuk pendaki.

Pengelola mengimbau masyarakat dan calon pendaki mematuhi ketentuan tersebut serta menunggu informasi resmi sebelum merencanakan pendakian selama periode penutupan.

“Mari kita hormati keputusan ini dan bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Sibayak, kebanggaan Tanah Karo dan Sumatra Utara,” demikian imbauan pihak pengelola melalui akun resminya.  

(Silvana Febiari)