Serangan di Bandara Arab Saudi, Malaysia Imbau Warga Tunda Ibadah Umrah

Ilustrasi ibadah umrah. Foto: Anadolu Agency

Serangan di Bandara Arab Saudi, Malaysia Imbau Warga Tunda Ibadah Umrah

Fajar Nugraha • 13 October 2026 09:57

Kuala Lumpur: Malaysia mengimbau warganya untuk menunda perjalanan umrah, sementara Pemerintah Indonesia menyerukan kewaspadaan menyusul serangan mematikan di bandara Arab Saudi.

Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan setelah kelompok pemberontak Houthi dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini terhadap bandara-bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Sebuah serangan pada Sabtu 10 Oktober di lokasi tersebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Sementara itu, serangan susulan pada hari Minggu menewaskan satu orang dan melukai sekitar belasan orang lainnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan mengatakan, pada Senin bahwa meskipun tidak ada insiden keamanan yang dilaporkan di Makkah, serangan rudal di Riyadh telah mendorong pemerintah untuk menyarankan warganya agar menunda perjalanan yang tidak mendesak ke kota suci Makkah dan Madinah.

"Tidak ada insiden di Makkah, namun ledakan rudal di Riyadh telah menimbulkan kekhawatiran keamanan," ujar Mohamad Hasan dikutip kantor berita nasional Bernama, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa 13 Oktober 2026.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan pada Minggu bahwa tidak ada warga Malaysia yang tewas atau terluka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid maupun dalam insiden yang melibatkan proyektil di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Secara terpisah, pihak berwenang Indonesia telah meminta warga negaranya di Arab Saudi, termasuk mereka yang sedang melaksanakan umrah, untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan di tengah situasi keamanan yang memburuk.

"Kami mengimbau warga negara Indonesia di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan," kata juru bicara kementerian, Ichsan Marsha, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Antara.

"Hindari lokasi-lokasi yang rawan, patuhi peraturan yang berlaku, dan ikuti arahan pihak berwenang setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ucap Ichsan.

Ia juga mengimbau agar tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Jemaah asal Indonesia yang sudah berada di Arab Saudi telah diimbau untuk terus berkomunikasi erat dengan penyelenggara perjalanan mereka, memantau perkembangan situasi, serta mematuhi instruksi keselamatan dari pihak berwenang.

Mereka yang sedang bersiap untuk berangkat ke Arab Saudi sebaiknya berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan untuk memastikan jadwal penerbangan, pengaturan keberangkatan, serta segala perubahan terkait persyaratan perjalanan.

(Fajar Nugraha)